DINEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, mengatakan perhatian Presiden terhadap pembangunan perumahan cukup serius.
“Pak Presiden punya harapan besar terhadap pembangunan perumahan sebagai penggerak utama,” ujar Salamuddin.
Rencana pembangunan 770.000 unit rumah yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, menurut Salamuddin, menjadi langkah signifikan.
“Harapan Presiden bahwa sektor perumahan ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Target pembangunan rumah tersebut menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar bekerja optimal memenuhi ambisi Presiden.
“Kementerian PKP harus menunjukkan kemampuannya untuk meningkatkan penyerapan anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah bagi perumahan subsidi,” kata Salamuddin.
Meskipun rumah bersubsidi, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap harus membelinya, dengan berbagai insentif seperti penghapusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), bebas Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Salamuddin juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia di Kementerian PKP, serta sinergi dengan pemangku kepentingan seperti bank penyalur, BP Tapera, dan lembaga terkait lain, agar program rumah layak dapat menjangkau lapisan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Harus secara langsung, tangannya harus menjangkau lapisan terbawah dari masyarakat kita ini,” ujarnya.
Program 3 juta rumah untuk rakyat tetap menjadi prioritas dalam APBN tahun depan, dengan skema pembiayaan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk desa, kota, dan pesisir, serta insentif PPN DTP bagi rumah komersial.
Hingga saat ini, lebih dari 200.000 unit rumah dalam program tersebut telah memasuki tahap akad dan siap dibangun.***












