DINEWS.ID – Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono, menanggapi isu yang ramai dibicarakan di media sosial terkait dugaan klaim budaya pacu jalur oleh warganet Malaysia.
Hermono menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Malaysia yang menyebut pacu jalur sebagai bagian dari warisan budaya mereka.
“Apa yang viral itu kemungkinan hanya klaim tidak resmi oleh individu, atau bahkan tuduhan tanpa dasar bahwa Malaysia telah mengeklaimnya. Namun, secara formal, tidak ada pernyataan dari otoritas Malaysia soal itu,” ujar Hermono dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).
Ia menjelaskan, secara historis, banyak warga Malaysia merupakan keturunan imigran dari wilayah Indonesia sebelum masa kemerdekaan. Budaya yang mereka bawa dari daerah asal turut membentuk kemiripan budaya antara kedua negara.
“Kita bisa temukan orang Riau, Minang, Bugis, Jawa, dan lainnya di Malaysia. Maka wajar jika muncul banyak kesamaan budaya,” katanya.
Hermono juga mencontohkan kemiripan nama geografis seperti Sungai Kuantan di Riau dan Sungai Kuantan di Pahang, Malaysia. Namun ia kembali menekankan bahwa tidak ada klaim resmi terkait pacu jalur dari pihak Malaysia.
Ia mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya pengguna media sosial, agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya karena dapat memperkeruh hubungan masyarakat kedua negara.
“Alih-alih menjadi sumber konflik, kesamaan budaya seharusnya bisa menjadi jembatan yang mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.
Menurut Hermono, kesamaan budaya justru dapat dimaknai sebagai warisan bersama yang memperkaya koneksi historis dan kultural antara Indonesia dan Malaysia. ***







