DINEWS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mendapat sorotan setelah muncul kasus keracunan massal siswa usai mengonsumsi makanan dari program tersebut. Akademisi menilai, aspek keamanan pangan dalam program ini masih belum maksimal.
Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Raharjo menegaskan bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
“Kalau makanannya tidak aman, maka tidak boleh disajikan,” ujarnya, belum lama ini.
Raharjo menjelaskan, keracunan makanan umumnya disebabkan oleh dua faktor, yaitu food intoxication (racun dari bakteri) dan food infection (infeksi dari bakteri patogen).
Kedua jenis keracunan ini bisa terjadi meskipun makanan tampak normal saat dikonsumsi, dan efeknya baru muncul beberapa jam kemudian atau keesokan harinya.









