DINEWS.ID — Pembangunan trase baru Jalan R. Saleh Danasasmita di kawasan Leuweung Batutulis, Kota Bogor, tidak ditujukan untuk menjadi destinasi wisata baru. Pemerintah Kota Bogor menegaskan, pembangunan jalur tersebut difokuskan pada mitigasi risiko tanah longsor, peningkatan aksesibilitas, serta mendukung kelancaran mobilitas menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan penegasan tersebut saat meninjau progres pembangunan trase baru pada Jumat 9 Oktober 2026. Dalam peninjauan itu, progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai 86 persen.
Menurut Dedie, pembangunan trase baru merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko bencana di kawasan yang sebelumnya memiliki kerawanan longsor. Karena itu, fungsi keselamatan jalan dan penataan kondisi lahan menjadi prioritas utama, bukan pengembangan kawasan sebagai objek wisata.
“Kawasan jalan trase baru ini bukan diperuntukkan sebagai spot pariwisata khusus, karena spot wisatanya nanti ada di Museum Pajajaran. Fokus utama pembangunan jalan ini adalah mengembalikan kondisi lahan yang dulunya berisiko tinggi longsor. Risikonya kita kurangi dengan perbaikan kontur, penyesuaian elevasi, serta penanaman pohon penahan tanah,” tegas Dedie.
Penjelasan tersebut sekaligus memperjelas arah pemanfaatan kawasan Batutulis. Pembangunan jalan baru diharapkan dapat mendukung kebutuhan transportasi sekaligus memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Trase Batutulis Difokuskan untuk Mitigasi Longsor
Salah satu perhatian utama dalam pembangunan trase baru adalah penanganan kondisi lahan. Perbaikan kontur, penyesuaian elevasi jalan, dan penanaman pohon menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko longsor di sekitar kawasan tersebut.
Penghijauan juga dinilai penting untuk mendukung penataan lingkungan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan karakteristik tanah, kondisi lereng, dan kesesuaian jenis tanaman agar fungsi perlindungan lahan dapat berjalan optimal.
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil yang turut meninjau lokasi menyampaikan dukungannya terhadap upaya penghijauan di sekitar trase baru.
“Terkait penanaman pohon di sekitar jalan, ini adalah salah satu upaya krusial kita bersama untuk menjaga agar bencana longsor tidak terjadi lagi di kemudian hari. Untuk penyempurnaan estetika, mungkin butuh penganggaran di tahun-tahun berikutnya agar lebih rapi,” ujar Adityawarman.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan tampilan visual, tetapi juga dengan upaya menjaga kestabilan lingkungan. Adapun penyempurnaan estetika kawasan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan penganggaran pemerintah daerah.
PKL Dilarang Berjualan di Sepanjang Jalur Baru
Selain mitigasi bencana, Pemkot Bogor menaruh perhatian pada ketertiban dan keselamatan pengguna jalan. Dedie menegaskan bahwa Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak diperbolehkan berjualan di sepanjang jalur trase baru.
Larangan tersebut, menurut Dedie, mengacu pada ketentuan peraturan daerah mengenai ketertiban umum. Penataan ini diarahkan untuk menjaga fungsi jalan, keamanan pengguna, serta kerapian kawasan.
Keberadaan aktivitas perdagangan di badan atau tepi jalan yang tidak sesuai peruntukan dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan potensi konflik antara kendaraan dengan aktivitas masyarakat. Karena itu, pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang trase menjadi bagian dari penataan kawasan.
Pemerintah perlu memastikan bahwa jalur yang dibangun untuk menunjang aksesibilitas tetap berfungsi sebagaimana mestinya, terutama ketika nantinya digunakan oleh kendaraan yang melintas di kawasan Batutulis.
Kendaraan Maksimal 8 Ton, Pengamanan Jalan Disiapkan
Dari sisi kapasitas jalan, Dedie menyebut trase baru tersebut dirancang agar dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 8 ton. Dengan kapasitas tersebut, bus pariwisata juga disebut dapat melintas selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Artinya bus pariwisata pun bisa masuk. Namun, yang penting kita sama-sama memahami bahwa ini adalah jalan skala kota, bukan jalan bebas hambatan, sehingga tetap perlu kehati-hatian,” tambah Dedie.
Keterangan tersebut menjadi pengingat bahwa kapasitas jalan tidak menghilangkan kewajiban pengguna untuk memperhatikan kondisi medan, kecepatan, dan keselamatan berkendara.
Kontur jalan yang relatif curam turut menjadi perhatian dalam peninjauan. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran mengenai potensi kendaraan kehilangan kendali, termasuk risiko rem tidak berfungsi optimal ketika pengemudi tidak menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi jalan.
Kepala UPTD Wilayah I Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi, menyampaikan bahwa desain elevasi jalan telah memenuhi standar keselamatan menurut penjelasannya.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, ia menyebut rencana pemasangan marka kejut untuk membantu memperlambat laju kendaraan yang melintas.
“Sebagai langkah antisipasi tambahan, minimal nanti akan dipasang marka kejut (speed bump) untuk memperlambat laju kendaraan yang melintas,” jelas Andi.
Pemasangan perangkat pengendali kecepatan tersebut masih perlu dipastikan pelaksanaannya di lapangan. Pengaturan rambu, marka jalan, dan informasi bagi pengendara juga menjadi aspek yang penting dalam mendukung keselamatan setelah jalur dibuka.
Pekerjaan Dikebut, Target Operasional 1 November
Penyelesaian trase Batutulis kini dikejar agar dapat memenuhi target operasional resmi pada 1 November 2026. Menurut informasi yang disampaikan dalam peninjauan, para pekerja menerapkan sistem lembur hingga tengah malam untuk mengatasi kendala cuaca dan mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Meski progres telah mencapai 84 persen, pekerjaan yang tersisa tetap perlu diselesaikan dengan memperhatikan kualitas konstruksi dan keselamatan. Target waktu tidak boleh mengabaikan pemeriksaan terhadap kondisi jalan maupun kelengkapan fasilitas pendukung.
Selain trase Batutulis, Pemkot Bogor juga menyiapkan akses lain untuk menunjang penyelenggaraan Porprov Jawa Barat 2026. Dedie menyebut kondisi ruang milik jalan di kawasan Pamoyanan sedang diperbaiki melalui pemasangan kanstin, dengan progres yang dilaporkan mencapai sekitar 80 persen.
Ia juga telah menginstruksikan camat agar bangunan yang melanggar ketentuan tata ruang pada ruang milik jalan segera ditertibkan demi mendukung kelancaran persiapan Porprov.
Penyelesaian trase Batutulis dan penataan akses di Pamoyanan menjadi bagian dari pekerjaan yang perlu dikawal menjelang kegiatan olahraga tingkat provinsi tersebut. Namun, kesiapan jalur tetap harus dilihat dari penyelesaian pekerjaan, kelengkapan pengamanan, serta kepastian pembukaan resmi.
Dengan fokus pada mitigasi longsor, pengendalian lalu lintas, dan penataan kawasan, trase baru Batutulis diharapkan dapat berfungsi sebagai infrastruktur jalan yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat. Pemkot Bogor juga menegaskan bahwa kawasan tersebut bukan spot wisata khusus, sementara Museum Pajajaran disebut sebagai lokasi wisata yang direncanakan di kawasan terkait.













