Jelang Pidato Kenegaraan Marcos Jr., Bom Meledak di Kementerian Kehakiman Filipina

bom meledak di sebuah kota selatan filipina pada hari senin 24820 menewaskan beberapa tentara dan melukai militer lainnya apni 1 169
Ilustrasi bom meledak di Filipina (AP/NICKEE BUTLANGAN/CNBC Indonesia)

DINEWS.ID – Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina pada Senin (27/7/2026) dini hari. Beberapa jam kemudian, aparat keamanan kembali menemukan benda yang diduga sebagai bom di dekat Gedung Senat, hanya menjelang pidato tahunan Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Beruntung, ledakan yang terjadi sesaat setelah tengah malam itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden tersebut memicu pengamanan ketat di sejumlah fasilitas pemerintahan di ibu kota Manila.

Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jose Melencio Nartatez Jr., mengatakan pihaknya menduga kedua insiden tersebut saling berkaitan.

“Ada kemungkinan besar kedua kejadian ini berhubungan,” ujar Nartatez kepada wartawan, dikutip dari AFP, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa kepolisian sebenarnya telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk serangan bom. Namun, ledakan di depan Kementerian Kehakiman tetap terjadi.

“Kami telah menyiapkan rencana kontinjensi untuk menghadapi ancaman bom dan berbagai kemungkinan lainnya. Namun, tetap ada sesuatu yang lolos dari pengawasan kami dan meledak di depan Departemen Kehakiman,” katanya.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki jenis serta kekuatan bahan peledak yang digunakan.

Juru Bicara Kepolisian Manila, Philipp Ines, mengatakan penyelidikan masih berlangsung sehingga pihaknya belum dapat memastikan daya ledak bom tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan, sehingga belum bisa memastikan apakah ledakannya tergolong besar atau kecil,” ujar Ines.

Foto-foto yang beredar di media lokal memperlihatkan kaca depan sebuah kendaraan retak akibat ledakan, sementara sejumlah puing terlihat berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Bom Kedua Ditemukan Dekat Gedung Senat

Beberapa jam setelah ledakan pertama, sebuah benda mencurigakan ditemukan di jalan yang berbatasan langsung dengan Gedung Senat Filipina sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

Perangkat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pengemudi truk derek yang kemudian melaporkannya kepada petugas keamanan.

Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) segera diterjunkan ke lokasi dan mengamankan sejumlah barang yang diduga merupakan bagian dari bom, di antaranya detonator (blasting cap), sebuah jam, serta toples berisi bubuk berwarna cokelat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Juru Bicara Kepolisian Wilayah, Hazel Asilo, belum bersedia memberikan keterangan mengenai potensi daya ledak perangkat tersebut.

Terjadi Jelang Pidato Kenegaraan Presiden

Rangkaian insiden itu terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan menyampaikan pidato tahunan State of the Nation Address (SONA) di hadapan parlemen.

Pidato kenegaraan tahun ini berlangsung di tengah situasi politik yang memanas di Filipina. Wakil Presiden Sara Duterte tengah menghadapi proses pemakzulan (impeachment), sementara pemerintah juga mendapat sorotan publik terkait dugaan skandal korupsi dalam proyek-proyek pengendalian banjir.

Hingga saat ini, aparat keamanan masih menyelidiki motif di balik ledakan serta kemungkinan keterkaitan antara bom yang meledak di dekat Kementerian Kehakiman dan perangkat yang ditemukan di sekitar Gedung Senat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *