Wacana Tarif Transjabodetabek Naik Jadi Rp10 Ribu, Warga Bogor Minta Subsidi

WhatsApp Image 2026 07 06 at 22.40.57
Transjabodetabek

DINEWS.ID – Wacana kenaikan tarif Transjabodetabek hingga Rp10.000 memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat, khususnya para komuter yang setiap hari bepergian dari Bogor menuju Jakarta. Sebagian menilai kenaikan tersebut akan membebani pengeluaran bulanan, sementara sebagian lainnya menganggap tarif tersebut masih wajar selama pemerintah daerah penyangga turut berkontribusi memberikan subsidi.

Salah seorang komuter, Ernita (28), mengaku keberatan apabila tarif Transjabodetabek benar-benar naik dari Rp3.500 menjadi Rp10.000 per perjalanan. Menurutnya, lonjakan tarif yang hampir tiga kali lipat akan berdampak langsung terhadap biaya transportasi masyarakat yang setiap hari bekerja di Jakarta.

“Kalau untuk komuter yang tiap hari PP Jakarta-Bogor dengan tarif Rp10.000 sekali tap, itu sebenarnya sangat memberatkan. Pasti ada perhitungannya, biasanya kita sudah alokasikan pengeluaran transportasi untuk satu bulan. Kalau naik hampir tiga kali lipat, pasti keberatan,” ujar Ernita.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah penyangga agar kebijakan tersebut tidak sepenuhnya membebani masyarakat.

Selain itu, Ernita menilai masyarakat berhak memperoleh subsidi transportasi publik karena selama ini telah memenuhi kewajiban membayar berbagai jenis pajak.

“Kita sebagai warga juga ingin mendapat subsidi. Apa pun sekarang dipotong pajak, mulai dari makan, rumah, tanah, sampai kendaraan pribadi. Kita sudah bayar pajak, jadi kita juga butuh subsidi untuk menunjang mobilitas bekerja melalui transportasi umum,” katanya.

Pendapat berbeda disampaikan Bambang Wahyudi (61). Menurutnya, tarif Rp10.000 masih tergolong wajar apabila digunakan untuk menjaga kualitas layanan Transjabodetabek.

Bambang yang saat ini menikmati layanan transportasi gratis dari Pemprov DKI Jakarta karena masuk kategori lanjut usia (lansia) menilai pemerintah daerah penyangga, seperti Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat, seharusnya ikut berpartisipasi dalam pembiayaan layanan transportasi lintas wilayah tersebut.

Menurutnya, manfaat Transjabodetabek tidak hanya dirasakan warga Jakarta, tetapi juga masyarakat di kota-kota penyangga yang setiap hari melakukan mobilitas menuju ibu kota.

“Transjabodetabek ini kan nyambung sampai ke Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor. Seharusnya pemerintah kota-kota satelit ini ikut memberikan dukungan pendanaan sebagai bentuk partisipasi, disesuaikan dengan kemampuan PAD masing-masing. Jangan cuma diam saja, seharusnya ikut memberikan subsidi,” pungkas Bambang.

Wacana kenaikan tarif Transjabodetabek hingga Rp10.000 sendiri masih menjadi pembahasan. Sejumlah komuter berharap apabila penyesuaian tarif benar-benar diterapkan, pemerintah dapat memastikan kualitas layanan tetap meningkat serta skema subsidi bagi masyarakat tetap menjadi perhatian. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *