Jakarta Dipantau 24 Jam, Pemprov DKI dan Polda Metro Integrasikan 24 Ribu CCTV

6a0b9770afde2 pemprov dki jakarta bersama polda metro jaya mulai mengintegrasikan sekitar 24000 kamera pengawas atau cctv ke dalam satu sistem jakarta
Integrasi ribuan CCTV dilakukan Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya guna mempercepat respons keamanan, kemacetan, dan kondisi darurat di Jakarta. Foto: VIVA.co.id

DINEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya mulai membangun sistem pengawasan terintegrasi berbasis CCTV untuk memantau keamanan, kemacetan, hingga potensi gangguan di ibu kota secara real time.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri di Balai Kota DKI Jakarta, belum lama ini.

Melalui kerja sama ini, seluruh CCTV milik Pemprov DKI, BUMD, kepolisian, hingga gedung swasta akan diintegrasikan ke dalam satu sistem pengawasan terpadu.

“Hari ini Pemerintah DKI Jakarta melakukan nota kesepakatan dengan Polda Metro Jaya terkait optimalisasi pemanfaatan CCTV,” ujar Pramono.

Saat ini, Pemprov DKI tengah mengintegrasikan 7.314 unit CCTV milik OPD dan BUMD ke dalam dashboard Diskominfotik. Sementara itu, Polda Metro Jaya telah mengelola sebanyak 3.362 CCTV yang tersebar di berbagai titik strategis ibu kota.

Tak hanya fasilitas publik, Pemprov DKI juga akan mewajibkan gedung swasta dengan ketinggian lebih dari empat lantai untuk memasang CCTV yang nantinya terhubung ke command center terpadu. Berdasarkan data Diskominfotik, terdapat potensi tambahan sebanyak 16.781 CCTV dari gedung swasta.

Dengan demikian, total CCTV yang akan terintegrasi secara bertahap mencapai 24.095 unit.

“Dashboard-nya ada di Polda Metro Jaya, ada di Baintelkam, dan ada di DKI Jakarta. Saya yakin ini akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jakarta,” kata Pramono.

Selain untuk keamanan, integrasi CCTV juga akan dimanfaatkan untuk memetakan titik rawan kemacetan, mempercepat respons bencana, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara langsung.

Pramono menilai sistem pengawasan terpadu ini menjadi bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang aman dan modern.

“Mudah-mudahan Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional akan semakin aman, layak huni, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan proses integrasi CCTV ditargetkan rampung pada akhir 2026. Menurutnya, sistem ini akan meningkatkan efektivitas pengawasan kota dan memperkuat koordinasi lintas instansi.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menyebut keberadaan CCTV terintegrasi akan menjadi alat penting dalam mengantisipasi kejahatan serta mempercepat respons kepolisian terhadap masyarakat.

“Dengan tantangan yang kita hadapi bersama, kita membutuhkan sistem yang membantu pengambilan keputusan secara cepat dan faktual, salah satunya melalui pantauan CCTV,” ujar Asep. (Er***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *