Perbaikan Jalan Longsor Kebon Pedes Dimulai, Lalu Lintas Diberlakukan Buka Tutup

WhatsApp Image 2026 07 03 at 18.17.37
Perbaikan Jalan Kebon Pedes yang amblas akibat longsor di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor

DINEWS.IDPemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengerjakan perbaikan Jalan Kebon Pedes yang amblas akibat longsor di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Pekerjaan tahap awal dimulai pada Jumat (3/7/2026) dengan mendatangkan alat berat untuk membersihkan area longsor dan mempersiapkan lokasi konstruksi.

Satu unit ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material longsoran sekaligus mengeruk bagian badan jalan yang runtuh. Tahap ini menjadi bagian dari persiapan sebelum pembangunan trase jalan baru dilakukan.

Selama proses pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas di Jalan Kebon Pedes diberlakukan sistem buka tutup. Jalur yang masih dapat dilalui telah dipasangi barikade pengaman sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara bergantian.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, mengatakan pekerjaan saat ini masih difokuskan pada tahap persiapan teknis.

“Saat ini masih tahap persiapan, meliputi pembersihan lahan, pengukuran, serta mobilisasi pekerja dan alat berat. Setelah itu secepatnya masuk ke tahap konstruksi,” ujar Andi, Jumat (3/7/2026).

Perbaikan jalan tersebut resmi dimulai setelah Surat Perintah Kerja (SPK) diserahkan kepada kontraktor pelaksana pada 17 Juni 2026. Proyek penanganan darurat ini mencakup perbaikan tebing sepanjang 63 meter dengan tinggi sekitar tujuh meter.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp5,4 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kerja.

Secara teknis, pekerjaan akan meliputi pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT), pemasangan bronjong, pengecoran beton, penimbunan material batu granular, serta penataan kembali saluran air di bawah badan jalan. Untuk mempercepat penyelesaian, pekerjaan fisik direncanakan berlangsung hingga malam hari.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas karena alat berat akan beroperasi di sekitar lokasi proyek.

Selain itu, Dedie mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai di bawah tebing. Menurutnya, tumpukan sampah yang menyumbat aliran air menjadi salah satu penyebab meningkatnya tekanan pada struktur penahan tanah hingga akhirnya memicu longsor.

“Tumpukan sampah menghalangi jalur air. Beban pada dinding menjadi besar hingga akhirnya ambrol,” kata Dedie. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *