DINEWS.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat memimpin apel rutin yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (29/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Dedie membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji. Ia menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Dedie, salah satu pilar utama pembangunan keluarga adalah aspek kesehatan, yang berkaitan erat dengan pemenuhan gizi sejak dini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Seluruh elemen masyarakat harus terus berupaya menurunkan angka stunting melalui pemenuhan gizi, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Dedie.
Ia menjelaskan, investasi pada pemenuhan gizi keluarga akan menentukan kualitas generasi mendatang. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia, kata dia, hanya akan memberikan manfaat apabila didukung SDM yang sehat dan berkualitas.
“Transformasi kualitas SDM tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan sejak dalam kandungan dan melalui pengasuhan keluarga,” katanya.
Dedie menambahkan, keluarga menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan pangan karena berperan langsung dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, pola makan yang sehat, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.
Selain aspek kesehatan, pembangunan keluarga juga perlu diperkuat melalui pendidikan karakter dan ketahanan mental agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era yang penuh perubahan.
Di akhir sambutannya, Dedie mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen membangun keluarga yang sehat dan berkualitas sebagai langkah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Mari membangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter agar siap memanfaatkan bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (Red)













