Menko AHY Tinjau MTsN 1 Kota Bogor, Progres Renovasi Capai 95 Persen

WhatsApp Image 2026 06 19 at 14.52.56
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jumat (19/06).

DINEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jumat (19/6/2026). Proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Agama (Kemenag) itu dilaporkan telah mencapai 95 persen dan segera rampung.

Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, serta Kepala MTsN 1 Kota Bogor.

“Berdasarkan penjelasan teknis yang saya terima di lapangan, progres rehabilitasi dan renovasi di MTsN 1 Kota Bogor ini sudah mencapai 95 persen. Sebentar lagi proyek ini akan tuntas sepenuhnya,” ujar AHY.

AHY mengatakan, renovasi MTsN 1 Kota Bogor merupakan bagian dari program rehabilitasi madrasah yang sedang berjalan secara nasional. Khusus di Jawa Barat, terdapat 127 madrasah yang saat ini tengah direnovasi.

“Di wilayah Provinsi Jawa Barat saja, ada 127 madrasah yang sedang direnovasi, dan program ini berjalan simultan di seluruh penjuru Indonesia,” katanya.

Menurut AHY, percepatan renovasi sarana pendidikan juga menjadi respons pemerintah terhadap insiden robohnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, pada September tahun lalu yang mengakibatkan korban jiwa.

Program rehabilitasi dan renovasi madrasah tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan. Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk merenovasi 1.397 madrasah di berbagai daerah.

Pada tahap pertama tahun 2025, program ini telah menyasar 548 madrasah melalui skema kontrak tahun tunggal (single-year contract) dengan nilai anggaran sekitar Rp1,3 triliun.

Sementara pada tahap kedua periode 2025–2026, pemerintah mengalokasikan Rp60 miliar untuk renovasi 13 madrasah di Kalimantan Barat melalui skema kontrak tahun tunggal. Selain itu, anggaran sebesar Rp2,35 triliun disalurkan melalui skema kontrak tahun jamak (multi-year contract) untuk 836 madrasah. Hingga saat ini, progres fisik gabungan tahap kedua secara nasional telah mencapai 62 persen.

AHY menegaskan, pemerintah memprioritaskan pembangunan sarana pendidikan di wilayah yang paling membutuhkan, terutama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kawasan perbatasan.

“Prioritas utama anggaran akan difokuskan untuk intervensi ke daerah-daerah yang paling membutuhkan, khususnya wilayah 3T dan kawasan perbatasan negara,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kebijakan rehabilitasi dan renovasi madrasah difokuskan pada peningkatan keamanan struktur bangunan, kelayakan fasilitas pembelajaran, serta penyediaan sanitasi dan akses air bersih.

Karena itu, anggaran yang tersedia diarahkan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas dasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas dan keselamatan proses belajar mengajar.

“Ketika berbicara tentang sekolah, kita tidak bisa hanya membangun fisiknya saja, melainkan juga membangun ekosistem pendukungnya secara utuh. Melalui infrastruktur sekolah yang kokoh dan aman, kita tidak hanya memberikan kenyamanan bagi siswa, tetapi juga menunjang para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran demi mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas,” pungkas AHY. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *