Daerah  

Lantik 51 ASN, Pemkot Bogor Ungkap Kebutuhan Pegawai Masih Tinggi

WhatsApp Image 2026 06 15 at 11.15.20
Pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat fungsional di Balai Kota Bogor, Senin (15/6)

DINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melantik sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat fungsional baru di Balai Kota Bogor, Senin (15/6). Kendati demikian, jumlah aparatur yang dilantik tersebut dinilai masih jauh dari kata ideal untuk memenuhi kebutuhan riil di lapangan.

​Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa total kebutuhan PNS di lingkungan Pemkot Bogor sebetulnya mencapai seribu orang lebih. Namun, pada pelantikan yang digelar hari ini, pemkot baru bisa mengangkat sekitar 51 orang untuk mengisi posisi struktural dan fungsional khusus.

​”Kehadiran para pejabat baru, khususnya di bidang kesehatan ini, ditujukan untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pemerintah Kota Bogor dalam melayani masyarakat. Namun, jika kita melihat dari sisi kuantitas, jumlah ini sejujurnya belum ideal dan masih jauh dari kata cukup,” ujar Dedie.

​Dedie memaparkan, kekurangan personel ini merata di hampir semua lini krusial pelayanan publik, seperti perhubungan, kesehatan, pendidikan, hingga penegakan peraturan daerah (perda). Ia mencontohkan, Satpol PP Kota Bogor saat ini hanya diperkuat oleh sekitar 200 personel yang harus mengawal ketertiban di seluruh penjuru kota.

​Dedie menginstruksikan kepada jajaran pegawai yang baru dilantik untuk tidak mengeluh dan tetap bekerja secara profesional. Pemkot Bogor dituntut melakukan optimalisasi kinerja secara maksimal demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu di bidang kesehatan Dedie juga menjelaskan, berbeda dengan PNS dinas reguler yang menerapkan sistem lima hari kerja, aparatur di layanan kesehatan normalnya sudah bekerja selama enam hari hingga hari Sabtu. Oleh sebab itu, pihaknya tengah merumuskan formula yang tepat agar perpanjangan jam layanan harian bisa terwujud tanpa membebani tenaga medis secara berlebihan.

​”Kami akan mencoba mencari peluang dan formulasinya terlebih dahulu, bagaimana caranya agar jam layanan harian bisa diperpanjang, namun operasional di hari Sabtu tetap berjalan kondusif tanpa membebani aparatur,” pungkasnya. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *