DINEWS.ID – Komisi IX DPR RI mengusulkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah yang berlangsung pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026. Usulan tersebut disampaikan menyusul temuan pemerintah terkait dugaan pemborosan anggaran yang mencapai lebih dari Rp1 triliun per bulan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengatakan masa libur sekolah dapat dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
“Menurut saya, momentum libur sekolah yang akan datang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penghentian sementara pelaksanaan program MBG sambil dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program,” kata Charles, Sabtu (13/6).
Politikus PDIP itu menilai temuan pemborosan anggaran tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera melakukan pembenahan. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele di tengah kebutuhan anggaran yang besar di berbagai sektor.
Charles mengatakan evaluasi diperlukan agar pemerintah dapat melihat secara objektif efektivitas pelaksanaan program MBG selama ini.
Ia mengusulkan agar selama masa evaluasi pemerintah melakukan audit terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Audit mencakup aspek keamanan pangan, kualitas makanan, efisiensi penggunaan anggaran hingga tata kelola pengadaan.
Selain itu, Charles meminta dapur yang terbukti tidak memenuhi standar atau berulang kali menyebabkan kasus keracunan makanan ditutup secara permanen.
Menurutnya, keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa hingga saat ini jumlah korban keracunan yang diduga terkait program MBG telah mencapai lebih dari 40 ribu anak.
“Yang lebih penting adalah apakah program ini benar-benar berhasil memperbaiki status gizi anak-anak yang membutuhkan, aman dikonsumsi, dan dikelola secara efisien serta akuntabel,” ujarnya.
Charles menegaskan keberhasilan MBG tidak boleh hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap atau jumlah penerima manfaat, melainkan dari dampak nyata terhadap perbaikan gizi anak dan kualitas pelaksanaan program secara keseluruhan. (Yis)













