DINEWS.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor resmi membuka Job Fair Kota Bogor 2026 di Plaza Jambu Dua, Senin (8/6/2026). Bursa kerja yang menyediakan 3.212 lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan tersebut langsung diserbu ribuan pencari kerja sejak hari pertama pelaksanaan.
Kepala Disnaker Kota Bogor, Adi Novan, mengatakan antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan job fair tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data yang tercatat dalam sistem, jumlah pelamar yang telah mendaftar secara daring mencapai 6.892 orang, melampaui target awal sebanyak 5.000 peserta.
“Jumlah peserta yang sudah terdaftar secara online telah mencapai 6.892 orang. Selain itu, kami juga tetap membuka peluang bagi pelamar yang datang langsung ke lokasi untuk mendaftarkan diri secara walk-in,” ujar Adi Novan.
Menurutnya, Job Fair Kota Bogor 2026 menghadirkan 119 jenis jabatan yang ditawarkan oleh 30 perusahaan berskala nasional. Ribuan lowongan tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan membantu mengurangi angka pengangguran di Kota Bogor.
Adi menjelaskan, program ini merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran yang saat ini masih berada di kisaran 45 ribu orang. Ia mengimbau para pencari kerja agar lebih cermat memilih posisi yang sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki.
“Kalau dari 3.212 lowongan ini bisa terserap seluruhnya, minimal kita sudah menekan sekitar 10 persen dari total angka pengangguran di Kota Bogor. Akses ini juga inklusif, terbuka bagi pelamar dari luar daerah, termasuk rekan-rekan penyandang disabilitas yang ingin berkompetisi secara sehat,” katanya.
Tingginya minat masyarakat dalam mengikuti bursa kerja tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bogor. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menilai tingginya animo pencari kerja menunjukkan bahwa job fair masih menjadi jembatan penting yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan para pencari kerja.
Untuk menjaga proses rekrutmen tetap berjalan adil, Jenal memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan berdasarkan kompetensi pelamar. Ia juga meminta perusahaan peserta menjaga integritas dalam proses perekrutan serta melaporkan hasil akhir seleksi kepada pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi.
“Kami pastikan tidak ada diskriminasi dan tidak ada praktik titip-menitip dalam proses ini. Semua harus berjalan profesional sesuai kompetensi pelamar,” tegas Jenal Mutaqin. (Yis)













