DINEWS.ID – Operasi pencarian bocah perempuan yang hanyut di Sungai Cianten, Kampung Cirangkong, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, resmi ditutup setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban bernama Siti Salma (6) dilaporkan hilang sejak Jumat (5/6/2026) siang. Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, korban ditemukan pada hari kedua pencarian, Sabtu (6/6/2026) pagi.
Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaluddin, mengatakan jasad korban ditemukan warga di sekitar area galian pasir pada pukul 10.13 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
“Pihak keluarga telah menyatakan A1 (teridentifikasi) bahwa jenazah tersebut merupakan korban pada pukul 10.43 WIB. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup,” ujar Jalaluddin saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun BPBD, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 12.20 WIB.
Saat itu, Siti Salma datang ke tepi Sungai Cianten untuk menemani tantenya yang sedang mencuci pakaian. Namun, situasi berubah ketika korban memutuskan masuk ke sungai dan berenang seorang diri.
Diduga akibat derasnya arus Sungai Cianten di sekitar kawasan wisata Cirangkong River Side, tubuh korban terseret arus bawah dan hilang dari pandangan keluarga.
“Korban Siti Salma ikut dengan tantenya yang sedang mencuci baju di pinggir sungai, lalu korban berenang dan hanyut di dekat Cirangkong River Side,” kata Jalaluddin.
Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Command Center 112 pada pukul 13.50 WIB.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor tiba di lokasi sekitar pukul 15.20 WIB dan langsung melakukan asesmen, penanganan awal, serta penyisiran di sekitar titik korban diduga tenggelam.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, Damkar, TNI, Polri, PMI, Satpol PP, relawan, dan warga setempat.
Namun hingga pukul 17.30 WIB, korban belum berhasil ditemukan.
“Hari pertama korban belum ditemukan. Karena terkendala waktu dan pencahayaan, operasi SAR dilanjutkan keesokan harinya pada pukul 08.00 WIB,” jelas Jalaluddin.
Pencarian kembali dilanjutkan pada Sabtu (6/6/2026) pukul 08.30 WIB. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet dan perlengkapan water rescue.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah warga menemukan tubuh korban mengambang di sekitar area galian pasir.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Korban ditemukan oleh warga di sekitar galian pasir dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari titik korban tenggelam pada pukul 10.13 WIB dan dinyatakan A1 oleh pihak keluarga pada pukul 10.43 WIB,” pungkas Jalaluddin. (Yis)













