DINEWS.ID – Steering Committee (SC) Musyawarah Kota (Mukota) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor resmi membuka tahapan pendaftaran bakal calon Ketua Kadin Kota Bogor untuk masa bakti 2026–2031. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus momentum menentukan arah pengembangan dunia usaha di Kota Bogor ke depan.
Ketua Steering Committee Mukota VIII Kadin Kota Bogor, Ridhani Agustina, menyampaikan bahwa proses pendaftaran telah dibuka sejak 29 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 10 Juni 2026. Selanjutnya, pengembalian formulir beserta dokumen persyaratan dijadwalkan pada 10 hingga 16 Juni 2026.
“Panitia telah menyusun seluruh tahapan secara sistematis agar proses pemilihan berjalan transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan organisasi,” ujar Ridhani Agustina di Graha Kadin Kota Bogor, Jumat (5/6/2026).
Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia akan melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh berkas yang masuk. Hasil verifikasi dijadwalkan diumumkan pada 18 Juni 2026 atau sekitar satu pekan sebelum pelaksanaan Mukota VIII.
Untuk menjamin kualitas kepemimpinan organisasi, panitia menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap bakal calon. Di antaranya memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Bogor, Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin yang aktif selama dua tahun berturut-turut, serta memiliki pengalaman organisasi dan kepengurusan yang memadai.
Menurut Ridhani, persyaratan tersebut dirancang untuk memastikan calon ketua memiliki pemahaman yang kuat terhadap organisasi serta mampu membawa Kadin Kota Bogor menjawab tantangan dunia usaha yang semakin dinamis.
“Kami berharap Ketua Kadin yang terpilih nantinya memiliki kapasitas, integritas, serta pengalaman yang cukup untuk memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha,” katanya.
Panitia juga memastikan seluruh mekanisme pendaftaran, termasuk administrasi pencalonan, dilakukan secara terbuka dan akuntabel sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.
Melalui Mukota VIII, Kadin Kota Bogor diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Ridhani menegaskan bahwa Mukota merupakan forum tertinggi organisasi yang menjadi sarana demokratis bagi anggota untuk menentukan arah kebijakan dan masa depan Kadin Kota Bogor.
“Kami mengajak seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif dan bersama-sama menyukseskan Mukota VIII sebagai momentum memperkuat peran Kadin dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Bogor,” tutupnya. (Red)













