DKI Jakarta Optimalkan Momentum Pelemahan Rupiah untuk Dorong Kunjungan Wisatawan Mancanegara

1 antarafoto kunjungan wisatawan ke tiga gili 100823 as 2 compressed 750x400 1
Ilustrasi. Foto: Istimewa

DINEWS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) memanfaatkan momentum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jakarta.

Melalui berbagai program promosi dan peluncuran paket wisata unggulan, Pemprov DKI Jakarta menilai kondisi nilai tukar saat ini menjadi peluang strategis karena biaya perjalanan, akomodasi, kuliner, dan belanja di Jakarta menjadi lebih kompetitif bagi wisatawan asing.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menyampaikan bahwa melemahnya rupiah memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya beli wisatawan asing, khususnya dari negara-negara tetangga.

“Paket wisata yang sebelumnya hanya dipilih untuk satu hingga dua hari kini dapat diperpanjang karena biayanya menjadi lebih terjangkau bagi wisatawan mancanegara,” ujar Lucky dalam konferensi pers Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026.

Sebagai bagian dari strategi pemasaran internasional, Disparekraf DKI Jakarta mengintegrasikan promosi pariwisata dengan pelaksanaan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 guna meningkatkan minat wisata belanja di ibu kota.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan, tiga negara penyumbang wisman terbesar ke Jakarta saat ini berasal dari Malaysia, China, dan Jepang. Wisatawan asal Malaysia diketahui memiliki minat tinggi terhadap wisata kuliner dan belanja, sementara wisatawan asal China lebih dominan pada wisata urban dan perjalanan bisnis. Adapun wisatawan Jepang cenderung memilih wisata budaya dan kuliner.

Untuk memperluas jangkauan promosi, Disparekraf DKI Jakarta juga menyiapkan publikasi khusus melalui sejumlah media internasional pada periode Juni–Juli 2026. Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 menjadi salah satu program unggulan yang dipromosikan secara intensif kepada pasar internasional.

Melalui langkah strategis ini, Pemprov DKI Jakarta menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan transaksi belanja di Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap berbagai upaya promosi yang dilakukan dapat memperkuat daya saing pariwisata ibu kota di tengah dinamika ekonomi global serta memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan masyarakat. (Red/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *