Setelah melakukan hubungan badan, lanjutnya, tersangka ingin memutuskan hubungan dengan korban. Korban menolak dan berteriak, kemudian tersangka membekap mulut korban, menutup jalan nafas, hidung dan mulutnya selama 5 menit dan menekan di bagian leher, sehingga korban kehabisan nafas dan meninggal dunia.
Pelaku mengaku membunuh korban dalam posisi duduk, lalu menidurkannya di tempat tidur, dan setelahnya, pelaku tidur di samping korban, sekira pukul 01.00 Jumat, dini hari hingga pukul 04.00 dini hari.
“Pukul 04.00 dini hari pelaku bangun, dan melihat korban terkulai lemas dan diperkirakan meninggal dunia. Pelaku keluar dari hotel dan pergi menemui temannya untuk meminta tolong,” beber Bismo.
Bismo lanjut membeberkan, pelaku dan temannya datang kembali ke penginapan tersebut, untuk melihat kondisi korban di kamar hotel nomor 33, yang saat itu kondisi kamar dalam keadaan gelap.
“Saat lampu dinyalakan, teman tersangka terkejut melihat kondisi korban terlentang dan terdapat darah di tempat tidur. Ini karena apa, ‘tanya temannya’, dijawab tersangka karena kecelakaan. Dan temannya berkata kalau begitu beritahu orang tuanya, atau dibawa ke rumah sakit. Lalu tersangka mengatakan biar kita bawa ke orang tuanya dulu,” terang Bismo.













