“Ramalan ini memicu kepanikan di media sosial, terutama di Asia Timur. Banyak wisatawan dari China daratan, Hong Kong, Thailand, dan Vietnam memilih membatalkan atau menunda perjalanan ke Jepang. Mereka khawatir tsunami raksasa benar-benar terjadi sesuai yang digambarkan dalam komik,” tulis CNN
Komik tersebut bukan satu-satunya sumber kecemasan. Beberapa peramal feng shui dari Jepang dan Hong Kong turut menyebarkan ramalan serupa. Salah satunya bahkan mengeklaim akan ada gempa besar di Teluk Tokyo pada akhir April 2025 lalu, meski terbukti tidak terjadi.
Meski para ahli seismologi menegaskan bahwa memprediksi gempa secara tepat hampir mustahil, tetap saja ketakutan menyebar. Bahkan biro perjalanan di Hong Kong melaporkan penurunan pemesanan hingga 50 persen.
“Orang-orang hanya bilang ingin menunda liburan ke Jepang untuk sementara,” ujar CN Yuen, direktur biro perjalanan WWPKG di Hong Kong.










