Sementara itu, dari internal partai, Romy menyebut tiga nama yang digadang-gadang menjadi calon ketua umum, yakni mantan Menparekraf Sandiaga Uno, Sekjen PPP Arwani Thomafi, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Terkait aturan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP yang mensyaratkan calon ketua umum harus pernah menjabat minimal satu periode dalam kepengurusan partai, Romy menilai aturan tersebut tidak bersifat mutlak.
“AD/ART itu bukan kitab suci. Dia bisa diubah tanpa syarat apa pun oleh muktamirin sepanjang disetujui mayoritas dan berlaku seketika di muktamar,” tegasnya, dikutip dari Antara.
Romy berharap muktamar mendatang dapat menghasilkan keputusan besar demi masa depan partai, terutama dalam upaya mengembalikan PPP ke parlemen pada Pemilu 2029.







