Ia juga menuturkan, hal pertama yang mendesak dan perlu dibenahi yakni infrastruktur permukiman. Infrastruktur permukiman ini harus selaras dengan pengembang properti, perencanaan jalan-jalan, penyelesaian dan serah terima fasos-fasum yang kerap bermasalah.
“Terkait fasos-fasum ini harus ada yang mengurus secara khusus, kalau tidak, nanti warga akan merasa tidak diperhatikan,” jelasnya.
Kedua, lanjutnya, yakni transportasi. Dinas Perhubungan (Dishub) harus menjangkau wilayah ini. Mulai dari rerouting angkot dan rute Biskita agar semuanya bisa terlayani sampai pelosok. Ketiga yakni air bersih. Ia ingin kualitas sambungan air bersih sama dengan yang ada di pusat kota.
“Ke-empat, yakni tata ruang kota yang masih sporadis. Ada bengkel sebelahnya rumah, sebelahnya minimarket terus restoran dan lainnya, ini tidak beres. Tata ruang ini harus diatur. Kalau tidak diatur akan sporadis dan semrawut,” tegasnya.













