DINEWS.ID – Indonesia kembali menarik perhatian investor global dengan serangkaian pengumuman investasi besar dari lima perusahaan internasional di berbagai sektor sepanjang pekan ini. Langkah ekspansi dan kemitraan baru ini dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
Dari sektor logam, sejumlah pengusaha besar asal Tiongkok seperti Tsingshan Holding Group, China Hongqiao Group, dan Shandong Nanshan Aluminum mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan aluminium di Indonesia. Pengalihan investasi ini didorong oleh kebijakan pembatasan produksi aluminium di Tiongkok.
“Indonesia akan menjadi episentrum industri aluminium global dalam lima tahun ke depan,” kata Direktur Konsultan Logam CM Group, Alan Clark, dikutip Bloomberg, Minggu (13/7/2025). Ia menyebut tren ini mirip dengan lonjakan investasi sektor nikel beberapa tahun lalu.
Di sektor teknologi, Oracle, perusahaan perangkat lunak dan layanan basis data asal Amerika Serikat, mengumumkan rencana pembangunan pusat layanan cloud pertamanya di Indonesia. Dilaporkan oleh MSN News, pusat data tersebut akan berlokasi di Nongsa Digital Park, Pulau Batam, dengan kapasitas listrik minimal 120 megawatt.
Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison bersama Nvidia dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan kerja sama membangun pusat teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Proyek ini diluncurkan saat gelaran Indonesia AI Day dan akan menyediakan pelatihan, mendukung pertumbuhan startup melalui program Nvidia Inception, serta menghadirkan infrastruktur AI dengan sistem keamanan dari Cisco. Targetnya adalah memperluas akses teknologi AI kepada ratusan juta warga Indonesia hingga 2027.
Dari sektor energi, dua perusahaan internasional dilaporkan tengah bersaing untuk memenangkan kontrak desain rekayasa awal (FEED) dalam proyek LNG Abadi milik Inpex Jepang senilai US$19 miliar. Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas LNG darat dengan kapasitas produksi 9,5 juta ton per tahun dan pasokan gas pipa sebesar 150 juta kaki kubik per hari untuk kebutuhan domestik.
Selain itu, ACWA Power, perusahaan energi terbarukan asal Arab Saudi, menandatangani serangkaian kesepakatan proyek energi bersih di Indonesia. Berdasarkan laporan MSN International, proyek tersebut meliputi pembangkit listrik tenaga surya, air, dan hidrogen hijau sebagai bagian dari target nasional menuju penggunaan 100% energi terbarukan pada tahun 2040. ***







