Influencer Tewas Ditembak Saat Live TikTok, Diduga Femicide

influencer
Valeria Marquez (23).

Amnesty International menyebutkan bahwa pembunuhan terhadap perempuan terjadi di seluruh 32 negara bagian.

Sebelumnya, seorang kandidat wali kota di negara bagian Veracruz juga ditembak mati saat kampanye yang disiarkan langsung, dalam insiden yang turut menewaskan tiga orang lainnya.

Direktur Human Rights Watch wilayah Amerika, Juanita Goebertus, menilai respons pemerintah belum memadai. Ia mengungkapkan bahwa pada 2022, sekitar 4.000 perempuan dibunuh, namun hanya 67% kasus yang berhasil sampai ke vonis pengadilan.

Kasus Valeria Marquez menambah panjang daftar korban kekerasan terhadap perempuan di Meksiko dan menyoroti lemahnya perlindungan, bahkan di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *