Gakoptindo Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Harga dan Pasokan Kedelai Impor

Gakoptindo
Ilustrasi kedelai

DINEWS.ID – Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menyatakan kekhawatiran terhadap potensi lonjakan harga dan gangguan pasokan kedelai akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Israel.

Ketua Umum Gakoptindo periode 2025–2030, Triharjono, mengatakan kondisi geopolitik global dapat mempengaruhi pasokan bahan baku kedelai yang sebagian besar masih diimpor dari Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

“Kita khawatirkan harga kedelai ini akan terjadi lonjakan termasuk pasokannya ke Indonesia. Ketidakstabilan ini menjadi tantangan untuk kita,” kata Triharjono dalam konsolidasi dan pelantikan pengurus Gakoptindo di Hotel Fieris, Jakarta Timur, Kamis (3/7/2025).

Ia menambahkan, pihaknya akan mengupayakan stabilitas pasokan dan harga kedelai melalui penguatan konsolidasi nasional agar produksi tahu dan tempe di dalam negeri tidak terganggu. “Kita akan upayakan saat ini melalui konsolidasi nasional Gakoptindo ini agar pasokan dan harga kedelai ini tetap stabil di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Pengawas Gakoptindo, Mahmud Razak, menyebut persoalan impor kedelai dari AS sejauh ini belum menjadi kendala serius. Ia menilai proses negosiasi tarif impor antara Indonesia dan AS masih berjalan, dan hubungan dagang antara kedua negara tetap prospektif.

“Kita melihat situasi impor kedelai dari AS ini tentu tidak bisa diabaikan. Karena kita tahu tujuan pasar kedelai AS itu ke Indonesia sebagian besar, bahkan ada peningkatan permintaan dari Indonesia untuk pakan ternak termasuk perajin tahu tempe,” ujar Mahmud.

Mahmud menambahkan, kebutuhan impor kedelai nasional untuk industri tahu dan tempe mencapai 2 juta hingga 2,6 juta ton per tahun. “Kebutuhan kedelai impor kita secara nasional itu di kisaran 2 sampai 2,4 juta, bahkan 2,6 juta ton per tahun,” katanya.

Sebagai informasi, harga kedelai impor sebelumnya berada di angka Rp 9.200 per kilogram. Namun, sejak diberlakukannya kebijakan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump, harga melonjak menjadi Rp 10.700 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak pada biaya produksi dan mendorong perajin tahu dan tempe menyesuaikan jumlah produksinya.

Pelantikan pengurus baru Gakoptindo pada Kamis (3/7) ini bertujuan memperkuat peran organisasi dalam membina jutaan perajin tahu dan tempe di seluruh Indonesia. Triharjono secara resmi ditunjuk sebagai ketua umum untuk masa bakti 2025–2030. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *