Arifin Himawan juga kembali mengatakan tiga misi besarnya dalam acara ini. Yakni melestarikan budaya nusantara, memberdayakan UMKM untuk meningkatkan ekonomi dan sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor dari pajak hotel dan restoran.
“Selain menjadi momentum memperkenalkan budaya nasional ke generasi berikutnya sebagai penerus. Juga dampak baik pada perputaran ekonomi selama penyelenggaraan CGM-BSF 2025,” jelasnya.
Tentunya, sambung Arifin Himawan, pendapatan pajak yang diterima oleh pemerintah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa berdampak baik, dan dapat digunakan untuk pembangunan Kota Bogor.
Ia juga mengatakan bahwa bukan hanya dari Kota Bogor saja. Keterlibatan berbagai kelompok, komunitas dan beragam Agama dari luar Bogor, membuktikan bahwa Kota Bogor merupakan kota toleransi.
“Untuk mengenalkan kebudayaan dari luar Jawa Barat, CGM-BSF 2025 berhasil melibatkan 9 provinsi. Ini membuktikan bahwa Kota Bogor bisa menjadi Leader pemersatu dalam prinsip Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.
Editor: YB













