DINEWS.ID – Uji coba layanan bus listrik Kabogorbus mendapat respons positif dari masyarakat. Selama masa uji coba April hingga Juni 2026, layanan transportasi ramah lingkungan tersebut mencatat hampir 28 ribu penumpang dengan tingkat keterisian (load factor) rata-rata mencapai 79 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mematangkan rencana pengembangan Kabogorbus sebagai sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan pada 2027.
Pembahasan itu dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama PT TUV Rheinland Indonesia, PT Widya Adi Tunggal Transportasi, unsur BUMD, serta perangkat daerah terkait, Senin (20/7/2026).
Ketua Tim Uji Coba PT Widya Adi Tunggal Transportasi, Werry Yulianto, mengatakan tingginya jumlah penumpang menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi umum berbasis listrik terus meningkat.
“Total penumpang tercatat hampir 28 ribu orang dengan load factor rata-rata 79 persen. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi umum ramah lingkungan cukup tinggi,” ujar Werry.
Menurutnya, koridor Terminal Bojonggede–AEON Mall Sentul dipilih karena menghubungkan kawasan permukiman, industri, stasiun KRL, hingga pusat kegiatan ekonomi. Namun, hasil evaluasi juga menemukan sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan armada, kemacetan di kawasan Bojonggede dan Sentul, rendahnya penggunaan pembayaran non-tunai, hingga masih terbatasnya infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Menanggapi hasil uji coba tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta evaluasi dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan pengembangan Kabogorbus pada APBD Tahun 2027.
“Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan, tetapi efisiensi pembiayaan, kepuasan masyarakat, ketepatan waktu layanan, dan keberlanjutan operasional harus menjadi perhatian utama,” tegas Rudy.
Pemkab Bogor juga menyiapkan sejumlah dukungan, di antaranya penyediaan lokasi parkir di Stadion Pakansari serta opsi pemanfaatan fasilitas kelistrikan milik pemerintah untuk mendukung kebutuhan pengisian daya armada bus listrik.
Selain itu, Rudy meminta evaluasi lebih rinci terhadap pola naik-turun penumpang dan integrasi Kabogorbus dengan trayek angkutan umum yang telah beroperasi. Langkah tersebut dilakukan agar pengembangan transportasi publik di Kabupaten Bogor dapat berjalan terpadu tanpa mengganggu layanan angkutan yang sudah ada. (Red)













