BPOM Beberkan Penyebab Keracunan Massal di Program Makan Bergizi Gratis

BPOM
Ilustrasi MBG.

DINEWS.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap sejumlah faktor pemicu kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah terjadi di 10 provinsi sejak dimulainya program pada Januari 2025.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyebut bahwa penyebab utama keracunan berasal dari kontaminasi pada bahan baku makanan.

“Kontaminasi terjadi sejak tahap awal, yaitu pada bahan pangan mentah,” ujar Taruna dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa kontaminasi ini dipicu oleh berbagai hal, seperti penggunaan bahan yang tidak higienis, pencucian yang tidak steril, serta kondisi lingkungan pengolahan makanan yang kurang bersih.

“Sumber kontaminasi kami temukan pada bahan mentah, air pencucian, serta lingkungan dapur yang tidak steril,” lanjutnya.

Selain itu, BPOM juga menemukan adanya pertumbuhan bakteri akibat kesalahan dalam penyimpanan bahan makanan serta pengaturan suhu di dapur produksi program MBG.

“Ada kendala dalam pengendalian suhu dan waktu penyimpanan, yang memungkinkan bakteri tumbuh karena pengolahan makanan yang tidak sesuai,” ungkap Taruna.

Maraknya kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG memicu kekhawatiran publik dan mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh atas jalannya program tersebut.

Taruna juga menyoroti buruknya kondisi sanitasi dan kebersihan sebagai faktor lain yang memperparah situasi di lapangan.

“Beberapa kasus keracunan juga dipicu oleh lemahnya penerapan standar higienitas dan sanitasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *