“Memang kita akui, kita tidak memasang papan informasi itu di posisi lebih ke depan. Khawatirnya nanti, dikira kami sedang mengerjakan musala. Sebab di depan itu kan musala, jadi kita pasang di tembok lorong atau bisa dikatakan bedeng kerja, di samping musala” ucapnya kepada wartawan dinews.id.
Dari awal pelaksanaan proyek ini, sambung Onang, sudah dikomunikasikan dan mendapat izin warga sekitar, koordinasi dan komunikasi baik dengan berbagai pihak seperti kelurahan, lembaga-lembaga dan aparat keamanan setempat. Bahkan masyarakat mendukung pelaksanaan proyek ini.
“Sebelum memulai, kita bahkan adakan syukuran dan merangkul masyarakat sekitar untuk diberdayakan dalam proyek ini. Selanjutnya kami juga berkoordinasi dan berkomunikasi baik dengan pihak-pihak terkait,” katanya.













