Aksi Unjuk Rasa Jadi Tantangan Baru bagi Penjualan Mobil

aksi unjuk rasa
Unjuk Rasa Jadi Tantangan Baru bagi Penjualan Mobil . Foto : Ilustrasi.freepik.com

DINEWS.ID – Penjualan mobil di Indonesia masih menunjukkan tren penurunan pada awal 2025, seiring pelemahan daya beli masyarakat dan sejumlah aksi unjuk rasa di berbagai wilayah yang dikhawatirkan menambah tantangan bagi penjualan mobil.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil secara wholesales Januari–Juli 2025 mencapai 435.390 unit, turun 10,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 484.250 unit. Penjualan ritel juga turun 10,8 persen menjadi 453.278 unit dari 508.041 unit pada tujuh bulan pertama 2024.

Meski begitu, Gaikindo belum merevisi target penjualan mobil tahun ini, yaitu 900.000 unit. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menyatakan harapannya agar situasi segera kembali kondusif sehingga industri otomotif bisa berjalan lebih lancar.

“Target ini mengacu pada realisasi penjualan 2024 yang mencapai 865.000 unit secara wholesales. Namun, kami tetap mewaspadai kemungkinan target tahun ini meleset, terutama melihat penjualan enam bulan pertama yang baru mencapai 374.000 unit,” ujar Jongkie kepada Bisnis, Rabu (3/9/2025).

Selain unjuk rasa, Jongkie menyebut risiko perlambatan pertumbuhan kredit perbankan menjadi faktor yang menekan penjualan.

“Sekitar 60–70 persen penjualan mobil berasal dari leasing atau kredit, jadi jika volume turun, penyaluran kredit otomatis ikut menurun,” jelasnya.

Meski demikian, Gaikindo optimistis angka penjualan bisa terdongkrak melalui pameran otomotif yang digelar di berbagai kota. Rangkaian pameran hingga akhir tahun meliputi GIIAS Surabaya (27–31 Agustus), GIIAS Semarang (24–28 September), GIIAS Bandung (1–5 Oktober), GIIAS Makassar (5–9 November), serta Gaikindo Jakarta Auto Week 2025 (21–30 November).

“Harapannya, pameran ini bisa menjadi stimulus bagi masyarakat di luar Jakarta untuk melihat dan membeli mobil, sehingga penjualan meningkat,” tambah Jongkie.

Di tengah penjualan yang lesu, sejumlah pabrikan mobil tetap meningkatkan produksi. Total produksi mobil di Indonesia pada tujuh bulan pertama 2025 tercatat 658.821 unit, turun tipis 1,9% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Toyota masih menduduki posisi teratas dengan produksi 293.498 unit, naik 2,3 persen yoy. Posisi kedua ditempati Mitsubishi Motors dengan 92.817 unit (+31,4 persen), diikuti Daihatsu 74.762 unit (-24,8 persen), Suzuki 45.217 unit, Hyundai 43.441 unit, dan Honda 35.005 unit. Produsen lain termasuk Isuzu (19.200 unit), Chery (13.656 unit), Mitsubishi Fuso (13.633 unit), dan Wuling (11.334 unit).

Meski angka penjualan menurun, Gaikindo berharap pameran dan model baru dari masing-masing produsen dapat mendorong pasar otomotif nasional untuk kembali bergerak positif. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *