Ubed Runner-up French Open 2026, Kalah dari Ranking 3 Dunia

Screenshot 2026 10 25 223047
Tangkapan layar hasil pertandingan final YONEX French Open 2026 antara Moh. Zaki Ubaidillah vs Christo Popov. Dok: BWF

DINEWS.ID – Harapan Indonesia membawa pulang gelar juara dari French Open 2026 akhirnya kandas di partai final. Moh. Zaki Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubed, harus mengakui keunggulan tunggal putra tuan rumah, Christo Popov, setelah melewati pertarungan tiga gim di Arena Grand Paris, Paris, Prancis, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ubed kalah dengan skor 11-21, 21-14, dan 13-21. Meski gagal mengangkat trofi, perjalanan pebulu tangkis muda Indonesia itu hingga partai puncak tetap menjadi pencapaian penting, terutama karena French Open merupakan turnamen bergengsi dalam kalender BWF World Tour kategori Super 750.

Final tersebut mempertemukan dua pemain dengan posisi peringkat dunia yang terpaut cukup jauh. Popov menempati peringkat ketiga dunia menjelang turnamen, sedangkan Ubed berada di posisi ke-28. Perbedaan peringkat itu menjadi salah satu gambaran tantangan yang harus dihadapi wakil Indonesia ketika berhadapan dengan pemain elite dunia.

Christo Popov akhirnya memastikan gelar juara setelah pertandingan yang berlangsung selama tiga gim. Ubed sempat bangkit dan merebut gim kedua, tetapi lawannya kembali mengendalikan permainan pada gim penentuan.

Gim Pertama Jadi Awal Sulit bagi Ubed

Pertandingan tidak berjalan sesuai harapan Ubed sejak awal. Popov yang tampil di hadapan publik sendiri langsung mengambil inisiatif serangan dan membuat wakil Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.

Ubed tertinggal cepat 0-5. Situasi tersebut membuatnya harus bekerja lebih keras untuk mengejar perolehan poin. Namun, Popov mampu mempertahankan keunggulan hingga interval dengan skor 11-6.

Selepas jeda, tekanan dari pemain Prancis itu terus berlanjut. Popov mampu memanfaatkan momentum untuk memperlebar jarak, sedangkan Ubed belum menemukan ritme permainan yang cukup efektif untuk membalikkan keadaan.

Keunggulan Popov bahkan sempat mencapai 18-8. Ubed berusaha menambah poin, tetapi lawannya tidak memberikan banyak kesempatan untuk memperkecil selisih.

Popov akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-11. Hasil tersebut membuat Ubed berada dalam posisi sulit karena harus memenangi dua gim berikutnya untuk merebut gelar.

Ubed Bangkit, Pertandingan Berlanjut ke Gim Ketiga

Memasuki gim kedua, Ubed memperlihatkan respons yang berbeda. Ia mulai bermain lebih agresif dan berusaha mengubah jalannya pertandingan setelah tertekan pada gim pembuka.

Popov sempat unggul 4-0, tetapi Ubed tidak membiarkan jarak tersebut bertahan lama. Tunggal putra Indonesia itu mampu membalikkan keadaan dengan meraih sembilan poin beruntun hingga unggul 9-4.

Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Ubed untuk kembali bersaing. Ia berhasil menjaga keunggulan dan menutup interval gim kedua dengan skor 11-5.

Popov mencoba mengejar selepas jeda. Pemain tuan rumah itu perlahan memangkas jarak hingga kedudukan berubah menjadi 12-14. Tekanan kembali meningkat karena Ubed harus menjaga keunggulannya agar pertandingan tidak berakhir dalam dua gim langsung.

Namun, Ubed mampu merespons dengan baik. Ia kembali menjauh dan mencapai game point dengan keunggulan 20-13 sebelum akhirnya mengunci gim kedua 21-14.

Kemenangan itu mengubah situasi pertandingan. Ubed berhasil memaksakan gim ketiga sekaligus menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan perlawanan kepada pemain yang berada jauh di atasnya dalam peringkat dunia.

Popov Kembali Menguasai Gim Penentuan

Pada gim ketiga, peluang Ubed untuk membalikkan keadaan masih terbuka. Namun, Popov kembali menunjukkan konsistensi permainannya dan mampu mengambil alih kendali setelah persaingan awal.

Pemain Prancis tersebut melesat dengan meraih sembilan poin beruntun. Keunggulannya melebar hingga 11-3 saat interval, membuat Ubed kembali menghadapi pekerjaan berat untuk mengejar ketertinggalan.

Ubed belum menyerah. Selepas jeda, ia berhasil mengumpulkan enam poin berturut-turut sehingga memangkas jarak menjadi 10-13. Perlawanan itu sempat membuka harapan bahwa pertandingan akan kembali berlangsung ketat.

Namun, Popov mampu menghentikan momentum Ubed dan kembali memperlebar keunggulan. Ia menjaga jarak poin hingga memasuki fase akhir pertandingan, ketika setiap kesalahan menjadi semakin menentukan.

Ubed berusaha mengejar, tetapi Popov akhirnya menutup gim ketiga dengan skor 21-13. Dengan demikian, pemain tuan rumah tersebut menang 21-11, 14-21, dan 21-13 dalam urutan skor dari sisi Popov, atau 11-21, 21-14, dan 13-21 dari sisi Ubed.

Hasil tersebut memastikan Ubed menjadi runner-up tunggal putra French Open 2026.

Ranking 3 Dunia Jadi Ujian bagi Ubed

Pertandingan final ini memperlihatkan tantangan yang harus dihadapi Ubed ketika bersaing dengan pemain yang telah berada di jajaran teratas dunia.

Menjelang French Open 2026, Popov berada di peringkat ketiga dunia, sedangkan Ubed menempati posisi ke-28. Meski demikian, perbedaan peringkat tidak membuat pertandingan berlangsung tanpa perlawanan.

Ubed mampu merebut gim kedua setelah tertinggal pada gim pertama. Kemampuan mengubah permainan dan memaksakan gim penentuan menjadi salah satu hal positif dari penampilannya di partai puncak.

Sebelum mencapai final, Ubed juga melewati pertandingan berat pada semifinal melawan wakil Prancis lainnya, Alex Lanier. Ia menang dengan skor 21-16, 16-21, dan 21-17, sehingga berhasil memastikan tempat di final sekaligus menggagalkan peluang terjadinya final tunggal putra sesama pemain Prancis.

Menurut laporan YONEX French Open, kemenangan Ubed atas Lanier menjadi salah satu kejutan penting dalam perjalanan turnamen tersebut. Ubed menunjukkan kemampuannya bersaing dengan pemain papan atas sebelum akhirnya bertemu Popov di partai puncak.

Indonesia Tanpa Gelar, Ubed Tetap Membawa Pengalaman Penting

Kekalahan Ubed membuat Indonesia gagal meraih gelar juara pada French Open 2026. Namun, hasil akhir tersebut tidak menghapus pencapaian tunggal putra muda Indonesia itu yang berhasil menembus final turnamen level Super 750.

French Open berada satu tingkat di bawah Super 1000 dalam struktur BWF World Tour, tetapi tetap menjadi bagian penting dari persaingan internasional elite. Turnamen ini mempertemukan para pemain terbaik dunia dan menyediakan kesempatan untuk mengumpulkan poin peringkat serta hadiah sesuai kategori kejuaraan.

Bagi Ubed, mencapai final memberikan pengalaman menghadapi tekanan di partai puncak melawan pemain berperingkat lebih tinggi. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk memperbaiki konsistensi, membaca permainan lawan, dan mengelola momentum dalam pertandingan panjang.

Perjalanan Ubed juga menunjukkan bahwa hasil sebuah turnamen tidak hanya ditentukan oleh satu pertandingan terakhir. Keberhasilannya melewati babak-babak sebelumnya hingga semifinal dan final merupakan bagian dari proses membangun karier di level internasional.

Kini, setelah French Open 2026 berakhir tanpa gelar bagi Indonesia, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana Ubed melanjutkan perkembangan permainannya. Kekalahan dari Popov menjadi hasil yang harus diterima, tetapi pengalaman bertanding di final Super 750 dapat menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Ubed memang belum berhasil membawa pulang trofi French Open 2026. Namun, langkahnya hingga partai final memperlihatkan bahwa pebulu tangkis muda Indonesia tersebut telah mendapat kesempatan menguji kemampuannya di panggung persaingan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *