DINEWS.ID – Memakai masker belum tentu memberikan perlindungan yang sama terhadap semua jenis polusi dan penyakit. Masker kain, masker medis, hingga respirator N95 memiliki fungsi dan kemampuan penyaringan yang berbeda. Karena itu, penting untuk mengetahui jenis masker yang sesuai dengan kebutuhan, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Asap karhutla mengandung campuran gas, uap, dan partikel halus, termasuk PM2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan perlindungan yang sesuai dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), respirator yang dirancang menyaring partikel dan terpasang rapat di wajah, seperti N95, dapat membantu mengurangi paparan partikel asap. Sebaliknya, masker yang longgar belum tentu mampu menyaring partikel halus secara efektif.
Lantas, apa saja jenis masker yang umum digunakan dan bagaimana fungsi masing-masing?
1. Masker kain: untuk penggunaan sehari-hari dengan perlindungan terbatas
Masker kain merupakan jenis masker yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Bentuk, bahan, jumlah lapisan, dan tingkat kerapatannya beragam.
Masker ini dapat membantu menahan sebagian droplet, tetapi kemampuan menyaring partikel sangat bergantung pada bahan dan desainnya. Masker kain biasa tidak dapat diandalkan untuk melindungi pemakainya dari partikel halus asap karhutla.
Jika digunakan untuk aktivitas sehari-hari, pilih masker yang menutup hidung, mulut, dan dagu dengan baik. Cuci secara teratur dan jangan gunakan kembali ketika masih basah atau kotor.
Penggunaan: kebutuhan penutup wajah sehari-hari, dengan catatan perlindungannya terbatas dan bukan pilihan utama untuk menghadapi asap pekat.
2. Masker medis atau bedah: membantu menahan droplet

Masker medis atau masker bedah umumnya berbentuk persegi panjang dengan lipatan dan tali telinga. Masker ini dirancang untuk membantu menahan droplet serta memberikan penghalang terhadap percikan cairan.
Dalam konteks penyakit menular, masker medis dapat membantu mengurangi penyebaran droplet. Namun, bentuknya yang cenderung longgar memungkinkan udara masuk melalui celah di sisi wajah.
Karena itu, masker medis tidak memberikan perlindungan yang setara dengan respirator yang terpasang rapat ketika menghadapi partikel halus di udara, termasuk PM2,5 dari asap kebakaran.
Penggunaan: membantu mengurangi paparan droplet dan percikan, serta digunakan sesuai kebutuhan medis. Untuk asap karhutla, masker medis bukan pilihan perlindungan utama terhadap partikel halus.
3. Masker N95: membantu menyaring partikel halus
N95 merupakan respirator yang dirancang untuk menyaring sedikitnya 95 persen partikel uji di udara berdasarkan standar NIOSH Amerika Serikat, apabila produknya memenuhi standar dan digunakan dengan benar.
Respirator ini dirancang agar menempel rapat pada wajah sehingga udara yang dihirup melewati bahan penyaring. Kemampuan tersebut membuat N95 dapat membantu mengurangi paparan partikel halus, termasuk partikel dalam asap karhutla.
Namun, angka 95 persen bukan berarti pemakai terlindungi sepenuhnya dari semua komponen asap. N95 menyaring partikel, tetapi tidak dirancang untuk menyaring seluruh gas dan uap berbahaya.
Agar berfungsi dengan baik, pilih ukuran yang sesuai, pasang tali dengan benar, rapatkan bagian hidung, dan periksa apakah ada kebocoran di sekitar tepi masker.
Penggunaan: membantu mengurangi paparan partikel halus ketika kualitas udara memburuk, termasuk saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan yang berasap.
4. Masker KN95: alternatif respirator berstandar internasional
KN95 merupakan respirator yang mengikuti standar penyaringan asal China. Produk yang memenuhi standar tersebut dirancang menyaring sedikitnya 95 persen partikel uji sesuai ketentuan standarnya.
KN95 memiliki fungsi yang serupa dengan N95 dalam hal membantu mengurangi paparan partikel. Namun, keduanya menggunakan standar sertifikasi dan sistem pengawasan mutu yang berbeda. Kualitas produk KN95 di pasaran juga perlu diperhatikan.
Pilih produk dari penjual tepercaya, periksa informasi produsen dan standar pada kemasan, serta pastikan bentuknya sesuai dengan wajah. Label KN95 saja tidak menjamin produk tiruan atau produk yang tidak memenuhi standar akan memberikan perlindungan yang memadai.
Penggunaan: membantu mengurangi paparan partikel polusi dan asap ketika respirator terpasang rapat dan memenuhi standar yang diklaim.
5. Masker KF94 dan FFP2: pilihan respirator dengan standar berbeda
Selain N95 dan KN95, masyarakat juga mengenal KF94 dan FFP2.
KF94 merupakan kategori respirator berdasarkan standar Korea Selatan, sedangkan FFP2 mengikuti standar Eropa. Keduanya dirancang untuk menyaring partikel dengan persyaratan pengujian masing-masing.
Meski sama-sama termasuk respirator penyaring partikel, angka atau kategori pada label tidak boleh dibandingkan begitu saja tanpa memahami standar pengujiannya. Kualitas produk, keaslian, dan kecocokan dengan wajah tetap menentukan perlindungan yang diperoleh.
Respirator yang memiliki celah di bagian hidung, pipi, atau dagu memungkinkan udara tercemar masuk tanpa melewati filter secara optimal.
Penggunaan: membantu mengurangi paparan partikel halus, termasuk polusi udara, selama produk memenuhi standar yang sesuai dan digunakan dengan benar.
6. Respirator dengan filter yang dapat diganti
Jenis berikutnya adalah respirator yang menggunakan badan masker yang dapat digunakan kembali dengan filter atau kartrid yang bisa diganti. Contohnya adalah respirator setengah wajah yang menutup hidung dan mulut.
Fungsinya bergantung pada jenis filter atau kartrid yang dipasang. Filter partikulat dapat digunakan untuk menyaring partikel, sedangkan perlindungan terhadap gas dan uap memerlukan kartrid khusus yang sesuai dengan bahan pencemar.
Karena itu, respirator dengan filter partikulat tidak otomatis melindungi pemakainya dari semua gas berbahaya dalam asap kebakaran. Pemilihan filter harus disesuaikan dengan risiko paparan dan petunjuk produsennya.
Penggunaan: perlindungan pernapasan untuk pekerjaan atau kondisi paparan tertentu. Untuk penggunaan profesional, pemilihan respirator perlu mengikuti penilaian risiko dan prosedur keselamatan kerja.
Perbandingan Jenis Masker dan Fungsinya
| Jenis | Fungsi utama | Perlindungan dari partikel halus asap |
|---|---|---|
| Masker kain | Membantu menahan sebagian droplet | Terbatas dan tidak dapat diandalkan |
| Masker medis | Menahan droplet dan percikan | Tidak sebaik respirator yang rapat |
| N95 | Menyaring partikel halus | Ya, jika memenuhi standar dan terpasang benar |
| KN95 | Menyaring partikel sesuai standar KN95 | Ya, jika produk memenuhi standar dan terpasang benar |
| KF94 | Menyaring partikel sesuai standar Korea Selatan | Ya, jika produk memenuhi standar dan terpasang benar |
| FFP2 | Menyaring partikel sesuai standar Eropa | Ya, jika produk memenuhi standar dan terpasang benar |
| Respirator dengan filter atau kartrid | Perlindungan sesuai jenis filter | Bergantung pada filter dan kecocokan respirator |
Perlu diingat, tidak ada masker penyaring partikel yang dapat melindungi dari seluruh komponen gas dan uap dalam asap karhutla. Mengurangi paparan dengan menjauh dari asap dan mencari udara yang lebih bersih tetap menjadi langkah penting.
Cara Memakai Masker dengan Benar
Masker yang memiliki kemampuan penyaringan tinggi tidak akan memberikan perlindungan optimal jika dipakai secara keliru. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pilih ukuran yang sesuai. Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu tanpa menyisakan celah besar.
- Pasang sesuai petunjuk. Untuk respirator, posisikan tali dan rapatkan bagian hidung sesuai desainnya.
- Periksa kebocoran. Rasakan apakah ada udara yang keluar melalui celah saat bernapas. Ikuti petunjuk pemeriksaan kecocokan dari produsen.
- Ganti jika rusak atau sulit bernapas. Respirator sekali pakai harus diganti ketika rusak, kotor, basah, atau sulit digunakan dengan nyaman. Ikuti petunjuk produsennya.
- Jangan hanya mengandalkan masker. Saat asap pekat, batasi aktivitas di luar ruangan, tutup jendela jika asap masuk, dan gunakan penjernih udara dengan filter yang sesuai bila tersedia.
Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit jantung atau paru perlu lebih berhati-hati. Jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.
Mana Masker yang Sebaiknya Dipilih Saat Karhutla?
Jika tujuan utamanya mengurangi paparan partikel halus dari asap karhutla, respirator N95 atau respirator lain yang memenuhi standar penyaringan partikel dapat menjadi pilihan ketika seseorang terpaksa berada di luar ruangan.
Namun, pemilihan masker perlu disertai pemantauan kualitas udara dan pembatasan aktivitas di luar. Masker bukan pengganti udara bersih, terutama ketika konsentrasi asap sangat tinggi atau terdapat gas berbahaya yang tidak dapat disaring oleh respirator partikulat.
Memahami fungsi setiap jenis masker membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat. Dengan perlindungan yang sesuai dan kebiasaan mengurangi paparan, risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara dapat ditekan.








