Atlet Indonesia kembali menorehkan prestasi di berbagai ajang olahraga internasional sepanjang 2026. Mulai dari bulu tangkis, panjat tebing, angkat besi, panahan, hingga selancar, para atlet Merah Putih menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat Asia dan dunia.
Salah satu pencapaian penting datang dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Indonesia menutup kompetisi tersebut dengan raihan lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Jumlah itu melampaui target empat medali emas yang ditetapkan sebelum kontingen berangkat.
Namun, prestasi atlet Indonesia pada 2026 tidak hanya terlihat dari Asian Games. Sejumlah atlet juga mencatatkan hasil penting dalam kejuaraan internasional sepanjang tahun, termasuk keberhasilan menjuarai kompetisi dunia dan menembus level elite olahraga profesional.
Berikut daftar pilihan atlet Indonesia beserta prestasi internasionalnya sepanjang 2026, berdasarkan informasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta federasi olahraga terkait.
1. Desak Made Rita Kusuma Dewi, Panjat Tebing
Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi salah satu atlet Indonesia yang tampil menonjol pada 2026. Atlet panjat tebing nomor speed putri ini mencatatkan sejumlah hasil penting dalam kompetisi internasional.
Pada Juli 2026, Desak meraih medali emas nomor speed perorangan putri dalam World Climbing Series di Krakow, Polandia, dan Chamonix, Prancis. Ia juga meraih emas pada Kejuaraan Asia Panjat Tebing di Meishan, China, pada April 2026.
Prestasinya berlanjut pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Desak berhasil meraih medali emas nomor speed putri sekaligus memperbarui rekor Asia dengan catatan waktu 6,062 detik.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam menghadapi persaingan internasional. Panjat tebing pun kembali menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan emas bagi Indonesia.
2. Veddriq Leonardo, Panjat Tebing
Selain Desak, Veddriq Leonardo juga mencatatkan prestasi di panggung internasional pada 2026.
Kemenpora melaporkan Veddriq berhasil meraih medali emas nomor speed perorangan putra dalam World Climbing Series di Chamonix, Prancis. Hasil tersebut menambah catatan prestasinya dalam cabang olahraga yang mengandalkan kecepatan memanjat dinding setinggi 15 meter.
Panjat tebing speed menuntut reaksi cepat, kekuatan, koordinasi, dan ketepatan gerakan. Selisih waktu yang sangat kecil dapat menentukan kemenangan dalam pertandingan yang mempertemukan dua atlet secara langsung.
Keberhasilan Veddriq di Chamonix menjadi salah satu hasil penting atlet Indonesia dalam kompetisi panjat tebing internasional sepanjang 2026.
3. Rahmat Erwin Abdullah, Angkat Besi
Rahmat Erwin Abdullah menjadi penyumbang medali emas Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui cabang angkat besi nomor 75 kilogram putra.
Bertanding di Nagoya City Trade and Industry Center pada 26 September 2026, Rahmat mencatat total angkatan 366 kilogram. Catatan itu terdiri atas angkatan snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram.
Persaingan berlangsung ketat. Atlet Thailand, Weeraphon Wichuma, menempati posisi kedua dengan total angkatan 365 kilogram, sedangkan wakil Korea Utara, Ri Chong Song, meraih posisi ketiga dengan 357 kilogram.
Rahmat akhirnya memastikan posisi teratas dengan selisih satu kilogram dari pesaing terdekatnya. Hasil tersebut menambah koleksi emas Indonesia di Asian Games 2026.
Prestasi Rahmat sekaligus menunjukkan pentingnya konsistensi dan strategi dalam angkat besi. Atlet tidak hanya perlu memiliki kekuatan, tetapi juga menentukan beban angkatan yang tepat untuk mengumpulkan total terbaik.
4. Nurisa Dian Ashrifah, Panahan
Nurisa Dian Ashrifah menorehkan catatan bersejarah melalui cabang panahan pada Asian Games 2026. Atlet Indonesia ini meraih medali emas nomor compound perorangan putri setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco.
Dalam pertandingan final pada 1 Oktober 2026, Nurisa menang dengan skor 139-137. Keduanya sempat sama-sama mengumpulkan 110 poin setelah empat end, sebelum Nurisa memastikan kemenangan pada end penentuan.
Menurut World Archery, keberhasilan tersebut menjadi medali emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games sejak 1978.
Capaian Nurisa bukan sekadar tambahan medali bagi kontingen Merah Putih. Hasil itu juga menjadi tonggak penting bagi perkembangan panahan Indonesia di ajang olahraga terbesar Asia.
Kemenangan tersebut memperlihatkan bahwa peluang prestasi Indonesia tidak hanya datang dari cabang olahraga yang selama ini dikenal sebagai andalan, tetapi juga dari cabang lain yang terus berkembang.
5. Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, Bulu Tangkis
Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menjadi peraih emas Indonesia pada nomor ganda putra Asian Games 2026.
Dalam pertandingan final, Leo/Daniel mengalahkan pasangan China, Liang Weikeng dan Wang Chang, dengan skor 19-21, 21-13, dan 21-18. Mereka bangkit setelah kehilangan gim pertama dan mengamankan dua gim berikutnya untuk memastikan kemenangan.
Emas tersebut menjadi salah satu dari dua medali emas yang disumbangkan bulu tangkis Indonesia pada Asian Games 2026. Emas lainnya datang dari nomor beregu putra.
Kemenangan Leo/Daniel memperkuat catatan Indonesia dalam cabang bulu tangkis yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu andalan olahraga nasional.
6. Tim Beregu Putra Bulu Tangkis Indonesia
Tim beregu putra Indonesia mencatatkan keberhasilan penting setelah meraih medali emas Asian Games 2026. Prestasi itu mengakhiri penantian selama 28 tahun untuk kembali menjadi juara pada nomor beregu putra di Asian Games.
Dalam pertandingan final melawan China pada 24 September 2026, Indonesia sempat tertinggal 0-2. Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi, sementara Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri takluk dari pasangan Liang Weikeng dan Wang Chang.
Indonesia kemudian membalikkan keadaan melalui kemenangan Alwi Farhan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Muhammad Zaki Ubaidillah atau Ubed.
Ubed memastikan kemenangan setelah mengalahkan lawannya dalam dua gim langsung, 23-21 dan 21-13. Indonesia pun menutup pertandingan dengan skor akhir 3-2.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen penting bagi kontingen Merah Putih karena memperlihatkan kemampuan tim untuk bangkit dalam situasi tertinggal.
7. Dhea Natasya, Selancar
Dhea Natasya membawa kabar baik dari cabang selancar internasional pada Mei 2026. Atlet putri Indonesia ini berhasil menjuarai World Surf League (WSL) Longboard Qualifying Series Hamamatsu Open 2026 di Jepang.
Kemenangan tersebut mengantarkannya ke posisi pertama klasemen poin Longboard Qualifying Series musim 2025/2026 untuk wilayah Asia. Hasil itu juga memastikan langkahnya menuju WSL World Longboard Tour 2026/2027, kompetisi elite longboard dunia.
Menurut laporan Kemenpora, Dhea mencatatkan sejarah sebagai atlet putri Indonesia pertama yang berhasil menembus jajaran elite longboarder putri dunia.
Pencapaian tersebut menjadi perkembangan penting bagi olahraga selancar Indonesia. Selain menunjukkan kemampuan individu, keberhasilan Dhea membuka perhatian terhadap peluang atlet putri Tanah Air untuk bersaing di kompetisi selancar tingkat dunia.
8. Sumaya, Teqball
Sumaya mempersembahkan medali perak untuk Indonesia pada cabang teqball nomor tunggal putri Asian Games 2026.
Dalam pertandingan final pada 20 September 2026, Sumaya menghadapi wakil Myanmar, Khin Hnin Wai. Ia memenangi set pertama dengan skor 12-10, tetapi lawannya berhasil membalikkan keadaan melalui dua set berikutnya, 8-12 dan 9-12.
Sumaya akhirnya menempati posisi kedua dan membawa pulang medali perak.
Kemenpora menyebut pencapaian tersebut menjadi bagian dari debut teqball Indonesia di Asian Games. Cabang olahraga ini memadukan unsur sepak bola dengan permainan di atas meja khusus, sehingga membutuhkan koordinasi, ketepatan, dan penguasaan bola.
Meski belum meraih emas, medali perak Sumaya menjadi hasil penting dalam partisipasi pertama Indonesia pada cabang tersebut di Asian Games.
Prestasi Atlet Indonesia Jadi Modal ke Depan
Deretan prestasi tersebut menunjukkan bahwa atlet Indonesia memiliki peluang bersaing di berbagai cabang olahraga internasional. Dari emas Asian Games hingga keberhasilan menjuarai kompetisi dunia, pencapaian para atlet menjadi bagian dari perkembangan olahraga nasional.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri ditutup dengan total 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Indonesia menempati posisi ke-16 dalam klasemen akhir dan melampaui target empat emas.
Meski demikian, daftar di atas merupakan pilihan prestasi yang terdokumentasi, bukan keseluruhan atlet Indonesia yang berprestasi sepanjang 2026. Masih ada atlet lain yang mencatatkan hasil membanggakan dalam berbagai kejuaraan internasional.
Capaian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan olahraga nasional, terutama dalam menjaga konsistensi prestasi dan menyiapkan atlet untuk kompetisi berikutnya. Dukungan terhadap latihan, pelatih, fasilitas, serta perlindungan atlet juga menjadi bagian penting agar prestasi dapat terus berkembang.









