DINEWS.ID — Peringkat FIFA Indonesia terbaru mengalami kenaikan setelah Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan menjadi juara Piala ASEAN FIFA 2026. Dalam pembaruan FIFA/Coca-Cola Men’s World Ranking pada 7 Oktober 2026, posisi Indonesia naik ke peringkat 117 dunia.
Pencapaian tersebut datang hanya dua hari setelah skuad Garuda mengangkat trofi Piala ASEAN FIFA edisi perdana di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Indonesia menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti setelah pertandingan berakhir 2-2 hingga babak tambahan waktu.
FIFA mencatat pembaruan peringkat dunia terbaru dilakukan pada 7 Oktober 2026, dengan pembaruan berikutnya dijadwalkan pada 18 November 2026.
Kenaikan peringkat tersebut menjadi bagian dari rangkaian pencapaian yang membuat perjalanan Indonesia di Piala ASEAN FIFA 2026 terasa istimewa. Bukan hanya karena berhasil merebut trofi yang sebelumnya belum pernah dimiliki, tetapi juga karena sejumlah catatan menarik tercipta sepanjang turnamen.
Juara Perdana Piala ASEAN FIFA
Gelar Piala ASEAN FIFA 2026 menjadi sejarah tersendiri bagi Indonesia karena merupakan edisi perdana kompetisi tersebut. FIFA menyebut Indonesia sebagai juara pertama Piala ASEAN FIFA setelah mengalahkan Thailand di partai final.
Pertandingan final berlangsung ketat. Indonesia lebih dahulu mencetak gol melalui Dean James pada menit ke-84. Thailand kemudian menyamakan kedudukan lewat Iklas Sanron pada menit ke-87.
Drama berlanjut pada babak tambahan. Peeradol Chamrasamee membawa Thailand berbalik unggul pada menit ke-111. Namun, Indonesia kembali bangkit dan Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116.
Skor 2-2 bertahan hingga akhir pertandingan sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti. Indonesia akhirnya menang 4-2. Kiper Emil Audero menjadi salah satu penentu setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya, sementara Thailand juga gagal melalui eksekusi kapten Sarach Yooyen.
Kemenangan tersebut sekaligus mengubah catatan pertemuan Indonesia dengan Thailand. FIFA mencatat bahwa sebelum final, Indonesia sudah delapan pertandingan dan sekitar 10 tahun tidak mengalahkan Thailand.
Indonesia Jadi Tim Tersubur di Fase Grup
Salah satu catatan paling mencolok datang dari fase Grup A. Indonesia menutup fase tersebut sebagai tim dengan jumlah gol terbanyak setelah mencetak sembilan gol dalam kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh.
Hasil tersebut bahkan menjadi penentu kelolosan Indonesia ke final. Garuda dan Malaysia sama-sama bersaing di papan atas Grup A, tetapi Indonesia harus mengejar selisih produktivitas gol pada pertandingan terakhir.
Situasi itu membuat kemenangan atas Bangladesh menjadi sangat dramatis. Indonesia sudah unggul 6-1 pada babak pertama. Namun Malaysia juga terus menambah gol ketika menghadapi Singapura.
Ketika Malaysia akhirnya menang 6-0, Indonesia membutuhkan dua gol tambahan pada masa injury time untuk mengungguli Malaysia dalam jumlah gol. Kevin Diks dan Mitchell Baker kemudian mencetak dua gol tersebut sehingga Indonesia menang 9-2 dan memastikan posisi teratas Grup A. FIFA menyebut Indonesia finis sebagai tim dengan jumlah gol terbanyak di fase grup.
Mitchell Baker Jadi Top Skor Indonesia
Nama Mitchell Baker menjadi salah satu yang paling menonjol dalam perjalanan Indonesia. Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak lima gol dalam satu pertandingan ketika Indonesia menghadapi Bangladesh.
Lima gol Baker tercipta pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Torehan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia sepanjang Piala ASEAN FIFA 2026 dengan lima gol.
Baker juga menjadi tokoh penting dalam momen penentuan tiket final. Setelah Kevin Diks mencetak gol keenam Indonesia pada masa tambahan waktu, Baker kembali mencetak gol pada menit 90+7 untuk memastikan Indonesia melewati Malaysia dalam produktivitas gol.
Lima gol dalam satu pertandingan menjadi salah satu catatan individual paling mencolok yang dimiliki pemain Indonesia di turnamen tersebut. FIFA secara khusus menempatkan penampilan Baker sebagai sorotan utama ketika Indonesia memastikan tiket ke final.
Rekor Lain dari Perjalanan Garuda
Selain menjadi juara pertama, Indonesia juga menyelesaikan perjalanan turnamen tanpa kekalahan dalam waktu normal maupun babak tambahan.
Pada laga pembuka Grup A, Indonesia menang 2-0 atas Singapura melalui gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny. Setelah itu, Garuda bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam pertandingan yang berlangsung dengan 10 pemain setelah Thom Haye menerima kartu merah pada babak pertama.
Indonesia kemudian mencatat kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh untuk merebut posisi teratas Grup A sebelum mengalahkan Thailand di final melalui adu penalti.
Jika seluruh hasil tersebut dihitung, Indonesia mencetak 13 gol sepanjang empat pertandingan Piala ASEAN FIFA 2026, yakni dua gol melawan Singapura, sembilan gol melawan Bangladesh, serta dua gol dalam final melawan Thailand. Catatan tersebut bersumber dari laporan pertandingan resmi FIFA.
Menariknya, dua gol Indonesia di final juga dicetak oleh pemain berbeda, yakni Dean James dan Elkan Baggott. Baggott kemudian menjadi sosok penting karena golnya pada menit ke-116 menjaga Indonesia tetap hidup sebelum pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Di sisi lain, kemenangan atas Thailand memiliki makna lain. FIFA mencatat bahwa kedua negara sebelumnya pernah bertemu dalam situasi final yang berakhir lewat adu penalti, termasuk pada SEA Games 1997 dan AFF Cup 2002. Pada dua kesempatan tersebut, Indonesia mengalami kekalahan dari Thailand. Kali ini, sejarah berbalik dan Indonesia justru keluar sebagai pemenang.
Dengan gelar perdana Piala ASEAN FIFA, produktivitas tinggi di fase grup, lima gol Mitchell Baker dalam satu laga, serta kemenangan dramatis atas Thailand, keberhasilan Indonesia tidak berhenti pada trofi.
Perubahan posisi dalam peringkat FIFA Indonesia menjadi catatan berikutnya setelah perjalanan panjang Garuda di turnamen tersebut. FIFA mencatat pembaruan ranking terbaru pada 7 Oktober 2026, sehari setelah rangkaian pemberitaan mengenai keberhasilan Indonesia menjadi juara Piala ASEAN FIFA.
Gelar tersebut akhirnya menjadi penanda baru bagi sepak bola Indonesia: untuk pertama kalinya, Garuda memiliki trofi Piala ASEAN FIFA dan tercatat sebagai juara pertama kompetisi tersebut.













