Kasus DBD Kota Bogor Tembus 520, El Nino Jadi Ancaman

Kasus DBD Kota Bogor
Kasus DBD Kota Bogor Tembus 520, El Nino Jadi Ancaman. Foto: Istimewa.

DINEWS.IDKasus DBD Kota Bogor kembali menjadi perhatian serius. Hingga 25 Juli 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat 520 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan tiga kasus kematian.

Meningkatnya risiko penyebaran dengue diperkirakan dipengaruhi oleh ancaman fenomena El Nino 2026, yang memicu cuaca panas dan berkurangnya intensitas hujan. Kondisi tersebut dinilai ideal bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD.

Anak Usia 5–14 Tahun Paling Rentan Terpapar DBD

Data Dinkes Kota Bogor menunjukkan kelompok usia 5 hingga 14 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak. Bahkan, dua dari tiga korban meninggal dunia berasal dari kelompok usia tersebut.

Anak-anak pada rentang usia ini dinilai lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi virus dengue apabila tidak mendapatkan penanganan secara cepat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Erna Nuraena, mengatakan kondisi DBD di Kota Bogor masih berstatus endemis sehingga memerlukan kewaspadaan seluruh masyarakat.

“Kewaspadaan terhadap kenaikan kasus Dengue ini tidak lepas dari pengaruh musim. Nyamuk Aedes aegypti sangat mudah berkembang biak di musim panas dengan intensitas hujan yang minimal, seperti saat fase El Nino,” ujar dr Erna saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

El Nino 2026 Berpotensi Picu Lonjakan Kasus DBD

Menurut Erna, prediksi BMKG mengenai fenomena El Nino yang berlangsung pada periode April hingga Oktober 2026 menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai.

Cuaca panas disertai minimnya curah hujan dapat mempercepat siklus hidup nyamuk penyebab DBD sehingga meningkatkan risiko penularan di lingkungan permukiman.

Tren Kasus DBD Kota Bogor Pernah Capai 3.117 Kasus

Dinkes mencatat tren kasus DBD Kota Bogor mengalami peningkatan pada periode 2021 hingga 2024.

Puncaknya terjadi pada 2024 dengan 3.117 kasus, yang saat itu dipengaruhi dampak fenomena El Nino.

Sementara pada 2025, jumlah kasus berhasil ditekan menjadi 779 kasus. Meski demikian, potensi peningkatan kasus pada 2026 tetap diwaspadai mengingat kondisi cuaca yang kembali mendukung perkembangan nyamuk.

Dinkes Perkuat Pengendalian DBD di Sekolah

Melihat tingginya kasus pada anak usia sekolah, Dinkes Kota Bogor menjadikan kelompok tersebut sebagai sasaran utama pengendalian penyakit.

Sejumlah langkah yang telah dilakukan meliputi:

  • Webinar Dengue pada 30 Juli 2026.
  • Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN) serentak di seluruh SD dan SMP Negeri se-Kota Bogor pada 31 Juli 2026.
  • Edukasi mengenai pencegahan DBD kepada siswa dan tenaga pendidik.

Surveilans Diperkuat hingga Fogging Fokus

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus hingga akhir tahun, Dinkes Kota Bogor terus memperkuat sistem surveilans DBD.

“Dalam mengantisipasi kemungkinan kenaikan kasus hingga penghujung tahun 2026, kami terus melakukan monitoring dan penguatan sistem surveilans DBD. Ini meliputi penguatan sistem pencatatan, penyelidikan epidemiologi oleh puskesmas, pemetaan kasus, hingga analisa data di lapangan,” jelas dr Erna.

Selain itu, berbagai upaya pengendalian vektor terus dilakukan melalui:

  • Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
  • Larvasidasi.
  • Fogging fokus di wilayah yang ditemukan kasus.
  • Pelibatan kader kesehatan, puskesmas, rumah sakit, serta masyarakat.

Masyarakat Diminta Rutin Lakukan PSN

Dinkes Kota Bogor mengingatkan bahwa keberhasilan menekan kasus DBD Kota Bogor tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.

Warga diimbau rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta mencegah gigitan nyamuk dengan berbagai langkah perlindungan.

Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi cara paling efektif untuk memutus siklus hidup Aedes aegypti, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino 2026 yang berpotensi meningkatkan penyebaran Demam Berdarah Dengue di Kota Bogor. (Yis)

Editor: YB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *