Groundbreaking PSEL Bogor Raya Ditarget Awal Agustus, Persiapan Lahan Dikebut

WhatsApp Image 2026 07 13 at 19.47.12
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi meninjau persiapan pembangunan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya di kawasan Galuga, Kabupaten Bogor, Senin (13/07/2026).

DINEWS.ID – Persiapan pembangunan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya di kawasan Galuga, Kabupaten Bogor, terus dipercepat. Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan proses groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Agustus 2026.

Untuk memastikan kesiapan proyek, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti, jajaran TNI, Danantara, kontraktor pelaksana, serta instansi terkait meninjau langsung lokasi pembangunan PSEL di Galuga, Senin (13/7/2026).

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, percepatan pembangunan PSEL menjadi langkah penting dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini dihadapi Kota dan Kabupaten Bogor.

Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing-masing daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, hingga pihak pelaksana proyek.

“Jadi ada TNI-nya, ada pemerintah pusat, termasuk juga kami, kota dan kabupaten sudah benar-benar berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat menuju proses groundbreaking, supaya penanganan sampah yang dari hulu ke hilir itu bisa segera tuntas,” ujar Dedie.

Ia optimistis kehadiran pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan sehingga target groundbreaking pada awal Agustus dapat tercapai.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan lahan seluas 8,7 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan PSEL saat ini tengah memasuki tahap pematangan melalui proses cut and fill.

Lahan tersebut nantinya akan terintegrasi dengan fasilitas pengolahan Fly Ash Bottom Ash (FABA) dan berada berdekatan dengan proyek pirolisis yang akan dibangun TNI.

Menurut Nani, keberadaan dua fasilitas tersebut akan saling melengkapi dalam sistem pengelolaan sampah di Bogor Raya. Pirolisis akan menangani timbunan sampah lama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan PSEL akan mengolah sampah baru yang masuk setiap hari.

“Jadi ini lebih strategis. Lahannya juga sudah relatif rata, tinggal sedikit proses cut and fill sehingga percepatannya bisa dilakukan,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat terus mengoordinasikan percepatan proyek tersebut bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, serta Danantara sebagai pelaksana proyek.

Di sisi lain, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi menegaskan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor dalam penanganan sampah telah terjalin sejak lama. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui program Presiden Prabowo menjadi momentum untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kota dan kabupaten sangat menyambut itu. Maka saya mengajak kepada semua pihak, bahwa isu sampah ini memang cukup panjang. Mari kita bersama-sama mendukung percepatan proyek ini,” ujar Ade.

Pemerintah menargetkan proses pematangan lahan dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga hari atau paling lambat 10 hari. Dengan demikian, pembangunan PSEL Bogor Raya diharapkan bisa mulai ditandai dengan groundbreaking pada awal Agustus 2026. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *