DINEWS.ID – Ribuan koleksi pusaka nusantara dipamerkan di Kota Bogor sebagai upaya nyata untuk mengimbangi fenomena digitalisasi sekaligus memperkuat posisi senjata tradisional sebagai cagar budaya bangsa yang diakui dunia.
Dewan Pembina Komunitas Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN), Gatut Susanta, mengungkapkan bahwa komunitasnya telah konsisten mewadahi gerakan pelestarian ini 15 tahun terakhir.
Ia mengungkap, berawal dari pertemuan bergilir di rumah-rumah anggota, GPSN kini rutin menggelar pameran fisik pusaka setiap 2 hingga 3 bulan sekali guna menghadirkan pergerakan budaya yang konkret di tengah masyarakat yang terpapar modernisasi.
”Terkait proses di UNESCO Jakarta, saat itu proses administrasinya sudah selesai dan kini beralih ke bagian kebudayaan lagi. Ke depan, kami memandang bahwa progres pelestarian ini harus ditangani langsung dengan pihak provinsi karena hal ini sangat penting agar operasionalnya tetap berjalan baik,” ujar Gatut Susanta di sela-sela kegiatan pameran, Jumat (5/6/2026).
Dalam perjalanannya, GPSN telah menjalin kerja sama erat dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) selama tiga tahun terakhir guna memastikan kreasi serta fungsi edukasi golok tradisional lebih terarah. Pemanfaatan teknologi pun dinilai berhasil memperluas jangkauan syiar budaya ini hingga diproyeksikan terus berkembang sampai Maret 2027 mendatang.
Tidak hanya di level domestik, upaya diplomasi kebudayaan untuk mengenalkan ribuan pusaka nusantara ini bahkan sudah merambah ke kancah internasional.
Pada bulan lalu, perwakilan komunitas GPSN sempat bertolak ke luar negeri untuk bergabung dan menjalin silaturahmi langsung dengan komunitas Samurai di Jepang demi memperkuat posisi bilah nusantara di mata global.
Gatut menegaskan, klaim budaya dari negara lain tidak perlu dikhawatirkan selama ada komunitas kuat yang konsisten mendampingi dan melestarikannya.
Penyelenggaraan pameran ribuan senjata tradisional ini turut mendapat sambutan hangat dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan apresiasi tingginya terhadap konsistensi GPSN yang dinilai berhasil menghidupkan kembali nilai-nilai luhur serta sejarah bangsa.
Menurut Denny, pameran ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk peranti kuno, melainkan memiliki fungsi krusial sebagai sarana edukasi tentang filosofi dan ideologi bagi masyarakat luas.
Pemerintah daerah berharap momentum pameran pusaka ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam merawat identitas sejarah lokal.
”Ini patut diapresiasi. Selain untuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga untuk mendukung gerakan golok sebagai impian masyarakat dalam mengangkat kekuatan, kekayaan, keberanian, serta sarana edukasi tentang sejarah, filosofi, dan ideologi. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi,” pungkas Denny Mulyadi. (Yis)













