Korban Bangunan Runtuh di Filipina Bertambah, Proses Evakuasi Terkendala Puing Beton

philippines accident 1779617639559 169
Gedung roboh di Filipina. (AFP/TED ALJIBE)

DINEWS.ID – Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) terus melakukan upaya intensif untuk mengevakuasi korban dalam insiden runtuhnya sebuah bangunan sembilan lantai di Angeles City, Filipina, Minggu (24/5/2026) dini hari.

Bangunan yang berlokasi sekitar 80 kilometer di utara Manila tersebut dilaporkan runtuh sekitar pukul 03.00 waktu setempat dan menyebabkan puluhan orang diduga terjebak di bawah reruntuhan.

Otoritas setempat menyampaikan bahwa hingga saat ini sedikitnya 23 orang masih dinyatakan hilang, sementara 26 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, termasuk dua orang tamu hotel yang terdampak akibat bangunan di sebelah lokasi kejadian ikut mengalami kerusakan.

Juru Bicara Regional Biro Pemadam Kebakaran Filipina, Maria Leah Sajili, mengatakan tim SAR sempat mendengar suara teriakan dari bawah reruntuhan saat melakukan penilaian awal di lokasi kejadian.

“Tim penyelamat mendengar seseorang berteriak kesakitan dari bawah reruntuhan, sehingga proses evakuasi terus dipercepat,” ujarnya.

Pemerintah Metropolitan Manila turut mengerahkan bantuan tambahan berupa alat berat, anjing pelacak, alat pendeteksi kehidupan, serta perangkat pendengar untuk mendukung proses pencarian korban.

Manajer Umum Otoritas Pengembangan Metropolitan Manila, Nicolas Torre, menjelaskan bahwa medan evakuasi cukup berat karena banyak material bangunan yang harus dipotong dan dipindahkan terlebih dahulu.

“Kami mengerahkan berbagai peralatan penyelamatan untuk membantu tim di lapangan karena banyak puing besar yang harus diangkat guna menemukan korban,” kata Torre.

Hingga lebih dari 12 jam setelah kejadian, proses pencarian korban masih terus berlangsung di tengah kondisi cuaca panas. Tumpukan beton, tiang bangunan yang patah, serta rangka baja dilaporkan masih menutupi sebagian besar area lokasi kejadian.

Pemerintah setempat menyebut penyebab runtuhnya bangunan masih dalam proses penyelidikan.

Salah seorang saksi mata, James Bernardo (30), mengaku berada tidak jauh dari lokasi saat insiden terjadi. Ia mengatakan awalnya mengira suara keras tersebut berasal dari gempa bumi.

“Beberapa detik setelah saya selesai mengantar makanan, tiba-tiba terdengar suara sangat keras. Saat saya melihat ke arah lokasi, bangunan itu sudah runtuh,” ujarnya.

Petugas informasi kota, Jay Pelayo, mengatakan proses evakuasi terkendala oleh besarnya material beton yang menimpa area bangunan.

“Ada potongan beton berukuran besar dan kami membutuhkan peralatan khusus untuk mengangkatnya. Itu menjadi tantangan utama dalam proses penyelamatan,” jelasnya.

Pemerintah kota memastikan seluruh korban selamat saat ini dalam kondisi stabil dan masih menjalani pendataan lebih lanjut untuk proses identifikasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *