Zakharias, Perajin Bambu Batik dari Sangihe yang Menghidupkan Warisan Lewat Tangan Terampilnya

Zakharias
Bambu batik khas etnik Sangihe kini menjadi suvenir bernilai seni dan ekonomi tinggi. Foto " Dok. beritastu.com/Jaya Takaliuang Bawole

DINEWS.ID – Di sudut Kampung Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, suara alat ukir dan aroma bambu tercium dari sebuah bengkel sederhana milik Zakharias Sampel. Di sinilah pria ulet itu merajut mimpi dan merawat warisan dengan bambu batik sebagai medium utama.

Selama lebih dari sepuluh tahun, Zakharias menekuni kerajinan tangan berbahan bambu batik. Ketekunannya membuahkan hasil, menjadikannya pelopor di wilayahnya dalam mengolah kekayaan alam lokal menjadi suvenir khas bernilai ekonomi tinggi.

“Memang ada berbagai jenis suvenir yang saya buat, tetapi paling sering dipesan adalah miniatur berbahan dasar bambu batik,” tutur Zakharias, disitat dari beritasatu.com, Minggu (20/7/2025).

Dari gelang dan kalung etnik, hingga miniatur perahu dan alat musik bambu, karya-karya Zakharias kini telah menjadi buah tangan favorit para pelancong yang datang ke Sangihe. Tak hanya bambu, ia juga memanfaatkan batok kelapa, kulit sagu, dan serat pisang abaka mengolahnya menjadi produk fungsional seperti rak sudut, meja-kursi, dan aneka kerajinan bermotif budaya lokal.

Apa yang awalnya dikerjakan seorang diri, kini berkembang menjadi usaha kecil yang melibatkan warga sekitar. Permintaan yang terus meningkat membuat Zakharias mempekerjakan tenaga tambahan. Dari usahanya itu, ia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per bulan.

“Sebagian saya tabung untuk masa depan,” ujarnya dengan senyum penuh syukur.

Tak hanya konsumen, dukungan juga datang dari pemerintah daerah, terutama dalam hal promosi dan pemasaran produk berbasis budaya.

Harapan Zakharias sederhana namun dalam: ia ingin semakin banyak generasi muda yang mau mengembangkan kerajinan lokal, agar warisan budaya Sangihe tidak hanya lestari, tapi juga mendunia.

Di tangan Zakharias, bambu bukan sekadar bahan, ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *