DINEWS.ID – Minyak goreng menjadi salah satu bahan dapur yang hampir selalu digunakan sehari-hari. Namun, tidak semua minyak aman dikonsumsi, terutama jika digunakan berkali-kali atau disimpan secara tidak tepat.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan ada delapan tanda yang menandakan minyak goreng sudah tidak layak konsumsi :
- Warna minyak gelap – Minyak segar umumnya kuning pucat atau keemasan. Warna cokelat tua atau keruh menunjukkan oksidasi atau tercampur sisa makanan.
- Aroma tengik atau menyengat – Bau berbeda dari minyak baru bisa menandakan oksidasi lemak yang membentuk senyawa berbahaya.
- Tekstur kental dan lengket – Minyak yang menurun kualitasnya terasa lebih kental, lengket, dan dapat berbusa saat dipanaskan.
- Rasa pahit atau getir pada masakan – Minyak rusak dapat meninggalkan rasa tidak sedap dan berdampak pada kesehatan pencernaan.
- Asap berlebihan saat dipanaskan – Titik asap minyak menurun akibat kerusakan struktur lemak, menghasilkan senyawa berbahaya.
- Endapan atau kotoran sulit disaring – Banyak endapan di dasar wajan atau wadah penyimpanan menunjukkan minyak tidak higienis.
- Gelembung tidak wajar saat menggoreng – Gelembung muncul sebelum makanan dimasukkan menandakan perubahan kimia pada minyak.
- Lengket pada alat masak – Minyak yang melewati masa pakai meninggalkan lapisan lengket di wajan atau spatula.
CDC menekankan, mengonsumsi minyak rusak dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, penyakit kardiovaskular, hingga kanker.
Minyak yang sudah digunakan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup, dijauhkan dari sinar matahari, dan tidak dipanaskan berulang kali pada suhu tinggi.
Saring minyak setelah menggoreng untuk menghilangkan sisa makanan dan batasi penggunaannya maksimal dua hingga tiga kali penggorengan. ***







