“Kita tidak melihat perbedaan agama, tapi bersama-sama bertekad untuk melakukan hal-hal positif,” ujarnya.
Sementara itu, Romo Mikael Endro Susanto, Vikaris Episkopal Kemasyarakatan Keuskupan Bogor, menilai kegiatan ini sebagai wujud konkret toleransi dan persaudaraan antar umat beragama.

“Buka puasa bersama ini adalah bentuk keteladanan bagaimana membangun toleransi. Anak-anak yatim bukan hanya tanggung jawab kelompok agama tertentu, tapi menjadi tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pembagian bingkisan untuk para peserta. Pihak Vihara Dhanagun berharap acara ini terus berlanjut dan menjadi jembatan kebersamaan antar umat di Kota Bogor.
/***
Editor: YB













