DINEWS.ID – Ukraina dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah strategis berupa pengurangan kualitas komunikasi seluler selama berlangsungnya serangan drone Rusia. Kebijakan ini bertujuan mencegah penggunaan jaringan internet untuk mengoordinasikan serangan.
“Kami tidak melakukan pemutusan komunikasi seluler, melainkan pembatasan kualitas di area tertentu, seperti pada layanan 4G dan 5G,” ujar Kepala Staf Umum Ukraina, Andriy Hnatov, dikutip dari Economic Times, Senin (15/9/2025).
Selama sekitar 3,5 tahun perang Rusia-Ukraina, intensitas serangan drone Rusia semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Drone yang digunakan dilaporkan memiliki teknologi lebih canggih serta jumlah lebih banyak, dengan target strategis dan infrastruktur vital sebagai sasaran utama.
Hnatov menegaskan, dengan pengurangan kualitas komunikasi, peralatan modern yang dipasang pada kendaraan udara nirawak Rusia tidak dapat mengakses jaringan operator di Ukraina.
Menurut laporan media lokal, pemutusan akses internet seluler berkecepatan tinggi dinilai sebagai langkah wajar untuk menghadapi serangan drone yang dilengkapi kamera. Drone jenis ini membutuhkan koneksi 4G untuk mengirimkan gambar dan mengoperasikan sistem navigasi.
Sebagai catatan, Rusia sebelumnya juga pernah melakukan penghentian layanan internet seluler untuk menggagalkan serangan drone Ukraina selama konflik berlangsung.








