Jika Bukan Junghuhn atau Reinwardt, Siapa Pendaki Pertama Gunung Pangrango?

Gunung Pangrango
Bukan Junghuhn atau Reinwardt, Ternyata Ini Pendaki Pertama Gunung Pangrango. Foto: Gunung Pangrango.

Setelah berjalan lebih dari enam jam, mereka mendapati bahwa semua sungai serta anak sungai yang disebutkan sebelumnya, airnya sangat jernih dan bersih tanpa sedikit pun kekeruhan.

“Kami mengirim beberapa orang Jawa untuk membuka jalan, yang kemudian kami susuri sekira pukul 7 pagi. Jalan ini membawa kami menyusuri dan menaiki lereng yang curam hingga dekat dengan puncak Gunung Pangrango,” masih dalam isi catatan.

Dan dalam catatannya itu, Ram en Coops menggambarkan bahwa perjalanan yang ia hadapi penuh dengan tantangan. Mereka harus membuka jalur sendiri, menembus lebatnya hutan tropis yang dipenuhi satwa liar dan tumbuhan berduri.

Setelah dua jam perjalanan menyusuri lereng yang curam, rombongan Ram en Coops mencapai punggungan gunung. Yang didapati lebarnya hanya sekira 18 hingga 12 kaki, dan di banyak tempat hanya selebar 4 hingga 5 kaki. Punggungan ini telah rusak parah oleh gempa bumi, penuh dengan retakan besar dan terpisah-pisah dengan celah-celah yang dalam.

Kisah Ram en Coops, bukan hanya cerita sebuah perjalanan atau ekpedisi ke alam yang tapaknya belum terjamah. Namun ternyata meletusnya Gunung Salak membuat dampak hingga Pangrango, yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung.

Kapten Michiel Ram dan seorang Kartografer Cornelis Coops, layak berada di deretan nama pendaki Gunung Pangrango pertama kali, selain Junghuhn dan Reinwardt. Buasnya kondisi alam Gunung Pangrango, memberikan gambaran betapa sulitnya mereka mendaki untuk melakukan sebuah penelitian dan observasi.

Sumber : Dagregister 9 November Ram en Coops dan berbagai sumber.

Penulis: Eko Hadi

Editor: YB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *