DINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani timbunan sampah yang memenuhi aliran Sungai Kali Baru di Jalan Raya Jakarta–Bogor. Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, pembersihan dilakukan secara intensif dengan mengerahkan puluhan armada truk dan alat berat.
Hingga Sabtu (11/7), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) masih melakukan proses pengangkutan sampah yang menghambat aliran sungai dan berpotensi memicu banjir serta pencemaran lingkungan.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Agus Budi, mengatakan DLH telah mengerahkan sekitar 40 truk dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Sementara DPU menurunkan dua unit alat berat, termasuk eskavator amfibi, untuk mengangkat timbunan sampah dari dasar sungai.
“Atas arahan Bupati Bogor, seluruh perangkat daerah terkait bergerak bersama menangani permasalahan sampah di Sungai Kali Baru. Kondisi timbunan sampah di lokasi ini memang sangat memprihatinkan. Karena itu, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujar Agus.
Menurut Agus, volume sampah yang harus diangkut diperkirakan mencapai sekitar 230 truk. Dengan armada dan alat berat yang telah diterjunkan, proses pembersihan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar lima hari.
“Perkiraan sementara, volume sampah mencapai sekitar 230 truk. Jika proses berjalan lancar, kami menargetkan pembersihan dapat selesai dalam waktu kurang lebih lima hari,” katanya.
Proses evakuasi sampah di lapangan tidak berlangsung mudah. Selain sampah rumah tangga, petugas juga harus mengangkat batang dan dahan pohon berukuran besar yang menyangkut di aliran sungai sebelum sampah lainnya dapat dievakuasi.
Petugas juga menemukan berbagai barang berukuran besar yang dibuang ke sungai, seperti kulkas, televisi, hingga kasur. Temuan tersebut menjadi bukti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.
“Dari informasi tim DPU, kedalaman timbunan sampah mencapai sekitar dua meter. Karena itu, proses pembersihan membutuhkan upaya yang sangat ekstra, baik dari sisi personel, armada, maupun penggunaan alat berat,” jelas Agus.
Pemkab Bogor mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Menurut Agus, upaya normalisasi aliran sungai tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sungai yang bersih tidak hanya mencegah pencemaran, tetapi juga mengurangi risiko banjir saat musim hujan. (Red)













