Menurut keterangan pelaku RS, lanjut Wikha membeberkan, atas desakan ekonomi, dirinya merencanakan kejahatan tersebut dengan mengajak tersangka AH untuk merampok sopir taksi online.
“Jadi memang sudah ada niat, dengan motif desakan ekonomi. Modusnya, melakukan pemesanan taksi online. Ketika mereka memasuki mobil, mereka langsung menjerat leher korban dengan tali jemuran dari belakang dan memukul kepala korban,” katanya.
Pelaku RS, sambungnya, kemudian mengambil alih kemudi sempat berputar-putar ke beberapa lokasi untuk memastikan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, lalu berhenti di sebuah konter untuk menjual HP korban guna mengisi bahan bakar, membeli e-toll dan lain sebagainya.
“Setelah mereka memastikan korban meninggal dunia, di area Tol Jagorawi para pelaku melakban tangan dan kaki korban, lalu meninggalkan jenazah korban di pinggir tol KM 30,” terangnya.
Dalam perjalanan, Wikha lanjut menjelaskan, mobil yang diambil alih oleh para pelaku mengalami mogok di dekat gerbang tol Sentul Utara. Mereka lalu memanggil mobil towing dan membawa ke salah satu bengkel yang ada di Citeureup.
“Alhamdulillah, mobilnya pun sudah ditemukan. Sudah kita amankan barang bukti Avanza Veloz warna hitam dengan plat B 1532 ZFB yang diambil oleh tersangka,” tuturnya.













