DINEWS.ID – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran tengah melanda Indonesia. Namun, ia tetap optimistis akan terbukanya peluang kerja baru menjelang akhir tahun.
“PHK sekarang terjadi besar-besaran, tapi pada saat yang sama, kita prediksikan nanti akan ada 67.000 pekerjaan baru yang mungkin akan tersedia sebelum akhir tahun 2025,” ujar Luhut dalam konferensi pers di sela-sela acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025).
Menurut Luhut, masuknya investasi asing, khususnya dari Tiongkok, menjadi salah satu faktor yang akan membuka lapangan kerja baru. Para investor tersebut, kata dia, memilih membangun pabrik di kota-kota kecil ketimbang kota besar.
“Mereka menyasar ke kota-kota kecil karena lebih sesuai dengan feng shui mereka. Itu sesuatu di luar prediksi kita, tapi mereka mempekerjakan sampai 10.000 orang di kota-kota kecil ini,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur telah mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, termasuk di sepanjang jalur Tol Trans Sumatera. Infrastruktur dinilai menjadi kunci dalam menarik investasi dan meningkatkan aktivitas ekonomi nasional.
Luhut menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8–9 persen pada 2028–2029. Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi antarlembaga.
“Pertanyaannya apakah ini bisa atau tidak? Menurut saya, ya bisa dilakukan, tapi kita harus bekerja sama di dalam tim,” pungkasnya.







