DINEWS.ID – Staf Bandara Internasional Charlotte Douglas, Carolina Utara, Amerika Serikat, menemukan jasad seorang penumpang gelap di kompartemen roda pendaratan pesawat American Airlines, Minggu (28/9/2025) waktu setempat.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan tim pemeliharaan saat melakukan pemeriksaan rutin pesawat. Departemen Sheriff Wilayah Charlotte-Mecklenburg langsung menangani kasus ini untuk penyelidikan lebih lanjut.
Polisi menyebut pesawat itu berangkat dari Eropa, namun belum merinci lokasi keberangkatan. Hingga kini, identitas korban belum diumumkan.
American Airlines mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang. Manajemen Bandara Charlotte Douglas menyampaikan duka cita serta memastikan operasional bandara tetap berjalan normal.
Menurut analis penerbangan ABC, John Nance, bersembunyi di kompartemen roda pendaratan sangat berisiko karena suhu pada ketinggian 10.000 meter bisa turun hingga -50 derajat celsius dengan kadar oksigen minim. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak hingga kematian dalam hitungan jam.
Insiden penumpang gelap sebelumnya juga tercatat di Amerika Serikat. Awal 2025, otoritas menemukan dua jasad di roda pendaratan pesawat JetBlue di Florida. Pada Desember 2024, kasus serupa terjadi pada penerbangan United Airlines dari Chicago ke Hawaii.
Meski jarang, ada penumpang gelap yang berhasil selamat. Pada 2022, seorang pria asal Kenya ditemukan hidup di kompartemen roda pesawat kargo Afrika Selatan menuju Belanda, dan pada 2021 seorang pria asal Guatemala selamat setelah bersembunyi di roda pesawat menuju Florida.







