Menyelami Masa Lalu Freddie Mercury, Musik Sebagai Pelarian dari Luka

Freddie Mercury
Freddie Mercury

DINEWS.ID – Siapa sangka, di balik sosok flamboyan Freddie Mercury, tersimpan masa kecil yang penuh kesedihan. Hal ini diungkap oleh seorang anak perempuan Freddie, yang lahir dari hubungannya dengan seorang wanita Prancis pada 1976.

Dikutip dari Daily Mail, Minggu (31/8/2025), anak perempuan yang identitasnya dirahasiakan dan diberi inisial B itu menyimpan jurnal pribadi ayahnya. Jurnal ini kemudian diberikan kepada Lesley-Ann Jones, penulis Bohemian Rhapsody: The Definitive Biography of Freddie Mercury.

Jurnal itu menceritakan sisi lain Freddie yang jarang diketahui publik. Ia menulis tentang penderitaan sejak usia delapan tahun, ketika harus berpisah dari keluarga dan dikirim ke sekolah asrama St. Peter’s di India.

Pada usia 14 tahun, ia mengalami kegagalan akademik di hampir semua pelajaran kecuali musik dan seni, dan trauma yang lebih besar muncul setelah ia menjadi korban pelecehan dari seorang guru.

Selain itu, ejekan teman-temannya karena gigi menonjol membuat Freddie semakin menutup diri. Malam-malam di asrama dihabiskan dengan tangisan diam-diam. “Pengalaman traumatis itu menempel seumur hidupnya,” ujar B.

Namun, dari luka itu justru tumbuh kecintaan Freddie pada musik. Dari pelajaran piano bersama bibinya di Bombay hingga kebiasaan menggambar dan bernyanyi, musik menjadi pelarian sekaligus penyelamat.

Jurnal tersebut juga menyingkap sisi humanis Freddie terhadap teman-temannya di Queen. Ia merasa dekat dengan Roger Taylor yang juga memiliki masa lalu sulit, sementara dengan Brian May ia lebih menjaga jarak. Kehadiran John Deacon yang kehilangan ayah sejak kecil membuatnya merasa cocok dan nyaman.

“Freddie selalu merasa hubungan terkuat terjalin dengan mereka yang punya masa lalu penuh luka,” kata B.

Lebih jauh, jurnal itu juga menyingkap sisi pribadi Freddie mengenai orientasi seksualnya. Ia menyebut dirinya seorang biseksual, dan Mary Austin tetap menjadi sosok penting dalam hidupnya.

Freddie bahkan memberikan cincin pertunangan sesuai tradisi Parsi, dan akhirnya jujur pada Mary tentang identitasnya. Mary menerima dengan tenang dan tetap mendampinginya.

Meski menjalani hubungan dengan beberapa pria, termasuk Joe Fannelli, dan sempat terjerumus dalam gaya hidup liar penuh pesta dan narkoba, Freddie Mercury tetap dikenang sebagai musisi legendaris yang mampu mengubah luka masa kecil menjadi karya-karya yang abadi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *