Lima Orang Tewas, Tiga Hilang Akibat Banjir Bandang di Nagekeo

banjir bandang
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dinyatakan hilang setelah terjadinya banjir bandang di Nagekeo, NTT. Foto : BPBD.

DINEWS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait masih melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Senin (8/9/2025).

Bencana tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, tiga orang hilang, tiga orang luka-luka, dan 30 warga mengungsi sementara waktu.

“Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dinyatakan hilang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9/2025).

Banjir bandang berdampak pada 14 desa di tiga kecamatan, yakni Mauponggo, Nangaroro, dan Boawae. Selain korban jiwa, banjir mengakibatkan kerusakan satu rumah hanyut, satu rumah rusak berat, dua kantor, dua jembatan, serta tiga ruas jalan utama.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi NTT telah mengirimkan bantuan logistik serta tim pendamping. Pemerintah Kabupaten Nagekeo juga menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem mulai 9 hingga 30 September 2025.

BPBD Provinsi NTT mengirimkan bantuan logistik melalui jalur laut, meliputi selimut, matras, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, velbed, peralatan kebersihan, biskuit protein anak, serta tenda keluarga.

Sementara itu, BNPB menyalurkan 200 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 50 paket sandang-pangan, 30 paket perlengkapan bayi, senter, gergaji mesin, genset, dan tenda pengungsi.

“BNPB menyiapkan bantuan dana siap pakai serta tambahan logistik sesuai kebutuhan lapangan,” ujar Abdul.

Hujan lebat sejak 7 hingga 8 September 2025 memicu banjir bandang yang bermula dari wilayah pegunungan di Kecamatan Mauponggo dan meluas ke daerah rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *