“Ini juga merupakan upaya digitalisasi data yang lebih efektif dan efisien, untuk dimutakhirkan dan dianalisis lebih lanjut,” tuturnya.
Adapun perbedaan dengan aplikasi sebelumnya, Ahmad Fatoni mengatakan, berdasarkan penguatan hasil laporan menyebut bahwa aplikasi Siwaslih lebih akurat, singkat dan dapat disertai dengan bukti dokumen dalam bentuk gambar.
“Aplikasi ini, sudah dilaunching di tingkat nasional atau pusat, sejak bulan Oktober lalu. Untuk di kota Bogor sendiri sesuai instruksi Bawaslu Jawa Barat, baru mulai minggu lalu untuk proses aktivasi dan register,” ucapnya.
Untuk saat ini, lanjutnya menuturkan, adalah penguatan sebagai bentuk kesiapan pihaknya dalam upaya pencegahan. Dan aplikasi Siwaslih ini dipastikan momentum untuk peningkatan kapasitas, agar dapat menjadi kesepahaman bersama sampai di tingkat pengawas TPS, pasca dilantiknya pengawas TPS saat ini.
“Untuk kendala, sejauh ini tidak ada. Saat kita uji secara serentak untuk aktivasi dan register akun, itu semuanya sukses,” ungkapnya.
Editor: YB













