Selain itu, korban mengaku Sato pernah memotong sebagian puting kirinya. Ia juga mengaku dikendalikan secara emosional dan finansial oleh Sato selama mereka tinggal bersama sejak Juli 2024.
Sato membantah tuduhan dan mengklaim bahwa korban memotong jarinya sendiri. Namun, pihak berwenang menetapkan tiga dakwaan penganiayaan terhadapnya, dan kasus ini secara resmi diproses sejak 21 April 2025.
Kasus ini menuai sorotan warganet Jepang, dengan banyak yang membandingkan sosok Sato dengan karakter “yandere” dalam budaya pop Jepang, yakni tokoh yang menunjukkan cinta obsesif dan perilaku ekstrem.










