Pada 2014, ia diangkat sebagai Uskup Chiclayo, Peru. Pada 2023, ia menjabat sebagai prefek dikasteri untuk para uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.
Pemilihan Paus Leo XIV mendapat berbagai reaksi internasional. Presiden AS Donald Trump menyebutnya sebagai “kehormatan besar”, sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyoroti nilai historis pemilihannya. Pemimpin negara-negara Amerika Latin juga menyambut baik, mengingat kedekatannya dengan wilayah tersebut.
Meski begitu, Paus Leo XIV menghadapi kritik terkait dugaan penanganan kasus pelecehan seksual saat memimpin di Peru dan Ordo Agustinus. Kelompok advokasi SNAP menuduhnya gagal bertindak terhadap laporan pelecehan, namun Vatikan membantah adanya kelalaian.
Paus Leo XIV kini dihadapkan pada harapan besar akan arah baru kepemimpinan Vatikan di tengah tantangan global dan internal Gereja Katolik.








